SD0001 - Implementasi Projek P5 di SD
Modul Modul 1 - RASIONAL DAN URGENSI PROJEK P5 Kegiatan Praktikum
Kegiatan Praktikum ini bertujuan agar pada guru memahami latar belakang dan sejarah munculnya Projek P5.
- Diharapkan praktikum ini dapat menjadi dasar pemahaman bagi guru untuk melihat pentingnya penerapan P5 di sekolah.
- CATATAN: Bagi para Guru peserta bimbingan, pilihlah "STANDAR" untuk melaksanakan kegiatan Praktek ini.
Perkembangan pendidikan di Indonesia selama beberapa dekade terakhir telah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kurangnya infrastruktur pendidikan hingga kurikulum yang terus berubah. Namun, salah satu tantangan terbesar yang sering kali diabaikan adalah bagaimana mencetak siswa yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual. Kondisi pendidikan yang cenderung menekankan pencapaian akademik sering kali mengabaikan aspek-aspek lain yang sama pentingnya. Di sinilah kondisi pendidikan di Indonesia menjadi katalis dari lahirnya sebuah ide untuk menciptakan program yang fokus pada pendidikan karakter, yang dikenal dengan nama Projek P5.
Pancasila, sebagai dasar ideologi bangsa, sebenarnya sudah menjadi landasan dari berbagai kebijakan pendidikan di Indonesia. Namun, realitanya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sering kali hanya menjadi materi pelajaran yang diajarkan di sekolah tanpa adanya internalisasi yang mendalam. Tidak jarang, siswa menganggap materi Pancasila hanya sebagai beban pelajaran yang harus dihapal. Inilah yang menjadi salah satu alasan utama munculnya konsep Projek P5, yaitu untuk menjadikan Pancasila bukan hanya sebagai materi pelajaran, tetapi sebagai jati diri dan karakter setiap siswa.
Sebagai respons atas tantangan tersebut, Projek P5 dirancang untuk mengatasi gap antara pemahaman teoritis dan praktik nyata dari nilai-nilai Pancasila di sekolah. Dalam program ini, guru diajak untuk berdiskusi mendalam tentang bagaimana mendidik siswa agar mampu memahami dan menginternalisasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, melalui P5, guru juga dilatih untuk menjadi fasilitator yang mampu mengajak siswa untuk berdiskusi, berdebat, dan berinteraksi dengan topik-topik yang relevan dengan Pancasila, sehingga pendidikan karakter menjadi sesuatu yang hidup di sekolah.
P5 diharapkan bisa menjadi solusi atas tantangan pendidikan karakter di sekolah. Melalui pendekatan yang lebih interaktif dan kontekstual, siswa diajak untuk memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Guru, sebagai aktor utama dalam pendidikan, diberikan peran penting dalam proses ini. Melalui pelatihan dan bimbingan khusus, guru diharapkan mampu menjadi pemandu bagi siswa dalam proses internalisasi nilai-nilai Pancasila.
Dalam implementasinya di sekolah, Projek P5 tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar di kelas. Sebagai bagian dari pendekatan holistik, P5 juga mengintegrasikan kegiatan ekstrakurikuler, pengembangan diri, dan interaksi sosial sebagai media untuk penguatan pendidikan karakter. Dengan demikian, diharapkan siswa tidak hanya memahami Pancasila sebagai konsep, tetapi sebagai jati diri dan panduan hidup yang mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai guru yang akan mengikuti bimbingan terkait Projek P5, mempersiapkan alat dan bahan tertentu akan memastikan mereka mendapatkan pengalaman belajar yang optimal. Berikut ini adalah daftar alat dan bahan yang disarankan untuk disiapkan:
- Buku Panduan Projek P5: Ini adalah sumber utama informasi tentang konsep, tujuan, dan metode pelaksanaan Projek P5. Buku ini akan menjadi rujukan utama selama bimbingan.
- Laptop/ Tablet dengan Koneksi Internet: Untuk mengakses materi digital, webinar, video, serta sumber daya online lainnya yang relevan dengan Projek P5.
- Materi Pendidikan Karakter: Ini bisa berupa buku, artikel, atau sumber daya lain yang relevan dengan pendidikan karakter dan Pancasila.
- Media Presentasi: Jika guru diharapkan untuk memberikan presentasi selama bimbingan.
- Materi Pelajaran Pancasila: Sebagai referensi tambahan, terutama untuk memahami konsep dan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah.
- Flipchart atau Whiteboard: Berguna untuk brainstorming, diskusi kelompok, dan pencatatan ide-ide penting selama sesi.
- Materi Interaktif: Ini bisa berupa permainan edukasi, kartu pertanyaan, atau sumber daya lain yang mempromosikan interaksi dan diskusi tentang pendidikan karakter.
- Akses ke Platform Virlab: Pastikan memiliki akses ke platform virtual lab untuk mengikuti kegiatan praktikum atau sesi bimbingan online.
- Sumber Daya Audio dan Video: Rekaman, klip video, atau podcast yang relevan dengan pendidikan karakter dan Pancasila. Ini bisa digunakan sebagai alat bantu mengajar atau untuk diskusi.
Berikut adalah beberapa langkah yang baik dilakukan oleh peserta bimbingan:
- Akses Virlab Secara Berkala, pastikan untuk mengakses Virlab setiap hari secara berkala. Hal ini memastikan Anda tetap update dengan informasi, materi, atau pengumuman terbaru terkait kegiatan bimbingan.
- Jadwal dan Materi Bimbingan: Lihat jadwal bimbingan yang telah ditentukan di platform. Unduh materi bimbingan yang telah disediakan di platform sebelum waktu bimbingan dimulai.
- Partisipasi Aktif pada Meeting Daring: Masuk ke ruangan virtual sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Ikuti arahan dari pembimbing atau tutor.
- Partisipasi aktif dalam diskusi, tanya jawab, dan kegiatan praktikum lainnya.Silahkan
- Diskusi dan Kolaborasi: Manfaatkan fasilitas diskusi yang tersedia di Virlab untuk berdiskusi dengan tutor atau peserta lain. Bagikan ide, pertanyaan, atau insight yang Anda miliki terkait dengan materi.
- Pengerjaan Tugas dan Latihan Mandiri: Selesaikan tugas dan latihan mandiri yang diberikan oleh tutor.
- Setelah menyelesaikan, unggah hasil kerja Anda ke platform Virlab sesuai dengan instruksi yang diberikan.
- Evaluasi Melalui Quizzes: Sebelum dan setelah selesai mengikuti bimbingan, Anda akan diberikan quizzes. Selesaikan dengan baik untuk mengukur pemahaman Anda.
- Pemanfaatan Materi Pengayaan: Manfaatkan materi pengayaan yang disediakan di platform, seperti link artikel, video, atau sumber daya lain yang relevan dengan topik bimbingan. Materi ini akan membantu memperdalam pemahaman Anda mengenai topik yang dibahas.
- Pengumpulan Laporan: Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan, buatlah laporan yang merangkum aktivitas, pemahaman, dan refleksi Anda. Unggah laporan tersebut ke Virlab sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.
- Interaksi dengan Peserta Lain: Manfaatkan fasilitas meeting daring di Virlab untuk berinteraksi dengan guru-guru lain. Ini bisa menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman, tips, atau strategi dalam mengimplementasikan Projek P5.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, diharapkan para guru peserta bimbingan dapat memanfaatkan fasilitas Virlab dengan maksimal dan mendapatkan pemahaman mendalam tentang Projek P5.
Para Guru silahkan melaksanakan Tugas Mandiri berikut ini:
1. Refleksi Pribadi Mengenai Latar Belakang P5:
- Tujuan: Menggali pemahaman dan persepsi pribadi guru mengenai kebutuhan implementasi P5 di sekolah mereka.
- Instruksi: Tuliskan refleksi pribadi Anda mengenai alasan mengapa sekolah Anda membutuhkan implementasi Projek P5. Apa tantangan pendidikan karakter yang saat ini dihadapi? Bagaimana Anda melihat kontribusi P5 dalam mengatasi tantangan tersebut? Buatlah laporan refleksi ini dalam kurang lebih 500 kata.
2. Analisis Situasional Sekolah:
- Tujuan: Memahami kondisi spesifik sekolah terkait kebutuhan implementasi P5.
- Instruksi: Lakukan observasi atau diskusi dengan beberapa pihak di sekolah (bisa melibatkan guru lain, kepala sekolah, atau bahkan siswa) untuk memahami lebih dalam mengenai latar belakang kebutuhan implementasi P5. Apa yang menjadi pendorong sekolah untuk melaksanakan P5? Apa harapan dan target yang ingin dicapai? Buat ringkasan dari hasil analisis situasional Anda dalam bentuk laporan.
Seperti dituliskan di awal, semua hasil tugas mandiri di atas harus di upload dan dibahas dalam sesi diskusi. Ini akan membantu para guru untuk berbagi pemahaman, mendapatkan perspektif baru, dan memperdalam wawasan mereka tentang Proyek P5. Selanjutnya, File Tugas Mandiri ini, juga harus di upload pada LAPORAN.
Kegiatan Praktikum ini bertujuan agar pada guru memahami latar belakang dan sejarah munculnya Projek P5.
- Diharapkan praktikum ini dapat menjadi dasar pemahaman bagi guru untuk melihat pentingnya penerapan P5 di sekolah.
- CATATAN: Bagi para Guru peserta bimbingan, pilihlah "STANDAR" untuk melaksanakan kegiatan Praktek ini.
Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembentukan karakter dan identitas sebuah bangsa. Di Indonesia, Pancasila telah lama menjadi dasar filosofis dan ideologis yang menggambarkan esensi dari nilai-nilai kebangsaan kita. Namun, di tengah arus perubahan sosial dan kultural yang begitu cepat, apakah nilai-nilai tersebut masih memiliki relevansi? Jawabannya, tentu saja, adalah ya. Di sinilah urgensi dari Proyek P5 masuk, sebagai sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memperteguh kembali pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda melalui pendidikan. Sebagai fondasi dari identitas bangsa, Pancasila perlu diperkenalkan dan ditanamkan sejak dini, agar generasi muda memiliki kompas moral yang jelas dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembentukan karakter dan identitas sebuah bangsa. Di Indonesia, Pancasila telah lama menjadi dasar filosofis dan ideologis yang menggambarkan esensi dari nilai-nilai kebangsaan kita. Namun, di tengah arus perubahan sosial dan kultural yang begitu cepat, apakah nilai-nilai tersebut masih memiliki relevansi? Jawabannya, tentu saja, adalah ya. Di sinilah urgensi dari Proyek P5 masuk, sebagai sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memperteguh kembali pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda melalui pendidikan. Sebagai fondasi dari identitas bangsa, Pancasila perlu diperkenalkan dan ditanamkan sejak dini, agar generasi muda memiliki kompas moral yang jelas dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Membangun Karakter Bangsa:
- Mengapa Penting? Indonesia, dengan keragaman etnis, budaya, dan agama yang dimilikinya, memerlukan fondasi moral yang kuat untuk menjaga kesatuan dan persatuan.
- Bagaimana Proyek P5 Berperan? Proyek P5 memberikan pemahaman mendalam kepada siswa mengenai bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai penyeimbang dan perekat kehidupan bermasyarakat.
Menghadapi Tantangan Global:
- Mengapa Penting? Di era digital, generasi muda dihadapkan pada arus informasi yang begitu cepat dan masif. Tanpa landasan moral yang kuat, mereka bisa tersesat.
- Bagaimana Proyek P5 Berperan? Proyek P5 menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam memilah informasi dan mempertahankan identitas bangsa di tengah arus globalisasi.
Mencegah Degradasi Moral:
- Mengapa Penting? Isu-isu moral kini menjadi sorotan, terutama di kalangan remaja.
- Bagaimana Proyek P5 Berperan? Proyek P5 berfokus pada penguatan karakter berdasarkan Pancasila, memberikan solusi preventif dan formatif terhadap isu-isu moral.
Mempersiapkan Generasi Penerus:
- Mengapa Penting? Generasi muda merupakan harapan bangsa untuk masa depan yang lebih baik.
- Bagaimana Proyek P5 Berperan? Dengan pendidikan yang berlandaskan Pancasila, Proyek P5 memastikan bahwa generasi muda memiliki kecerdasan intelektual yang seimbang dengan integritas moral.
Meningkatkan Kualitas Pendidikan:
- Mengapa Penting? Pendidikan yang berkualitas bukan hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kualitas karakter siswa.
- Bagaimana Proyek P5 Berperan? Proyek P5 memberikan pendidikan yang holistik dengan memprioritaskan pendidikan karakter berbasis Pancasila, membentuk individu yang utuh.
Dengan memahami urgensi dari Proyek P5, kita dapat lebih mengapresiasi pentingnya upaya ini dalam menjaga keutuhan dan karakteristik bangsa Indonesia di masa depan.
Sebagai guru yang akan mengikuti bimbingan terkait Projek P5, mempersiapkan alat dan bahan tertentu akan memastikan mereka mendapatkan pengalaman belajar yang optimal. Berikut ini adalah daftar alat dan bahan yang disarankan untuk disiapkan:
- Buku Panduan Projek P5: Ini adalah sumber utama informasi tentang konsep, tujuan, dan metode pelaksanaan Projek P5. Buku ini akan menjadi rujukan utama selama bimbingan.
- Laptop/ Tablet dengan Koneksi Internet: Untuk mengakses materi digital, webinar, video, serta sumber daya online lainnya yang relevan dengan Projek P5.
- Materi Pendidikan Karakter: Ini bisa berupa buku, artikel, atau sumber daya lain yang relevan dengan pendidikan karakter dan Pancasila.
- Media Presentasi: Jika guru diharapkan untuk memberikan presentasi selama bimbingan.
- Materi Pelajaran Pancasila: Sebagai referensi tambahan, terutama untuk memahami konsep dan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah.
- Flipchart atau Whiteboard: Berguna untuk brainstorming, diskusi kelompok, dan pencatatan ide-ide penting selama sesi.
- Materi Interaktif: Ini bisa berupa permainan edukasi, kartu pertanyaan, atau sumber daya lain yang mempromosikan interaksi dan diskusi tentang pendidikan karakter.
- Akses ke Platform Virlab: Pastikan memiliki akses ke platform virtual lab untuk mengikuti kegiatan praktikum atau sesi bimbingan online.
- Sumber Daya Audio dan Video: Rekaman, klip video, atau podcast yang relevan dengan pendidikan karakter dan Pancasila. Ini bisa digunakan sebagai alat bantu mengajar atau untuk diskusi.
Berikut adalah beberapa langkah yang baik dilakukan oleh peserta bimbingan:
- Akses Virlab Secara Berkala, pastikan untuk mengakses Virlab setiap hari secara berkala. Hal ini memastikan Anda tetap update dengan informasi, materi, atau pengumuman terbaru terkait kegiatan bimbingan.
- Jadwal dan Materi Bimbingan: Lihat jadwal bimbingan yang telah ditentukan di platform. Unduh materi bimbingan yang telah disediakan di platform sebelum waktu bimbingan dimulai.
- Partisipasi Aktif pada Meeting Daring: Masuk ke ruangan virtual sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Ikuti arahan dari pembimbing atau tutor.
- Partisipasi aktif dalam diskusi, tanya jawab, dan kegiatan praktikum lainnya.
- Diskusi dan Kolaborasi: Manfaatkan fasilitas diskusi yang tersedia di Virlab untuk berdiskusi dengan tutor atau peserta lain. Bagikan ide, pertanyaan, atau insight yang Anda miliki terkait dengan materi.
- Pengerjaan Tugas dan Latihan Mandiri: Selesaikan tugas dan latihan mandiri yang diberikan oleh tutor.
- Setelah menyelesaikan, unggah hasil kerja Anda ke platform Virlab sesuai dengan instruksi yang diberikan.
- Evaluasi Melalui Quizzes: Sebelum dan setelah selesai mengikuti bimbingan, Anda akan diberikan quizzes. Selesaikan dengan baik untuk mengukur pemahaman Anda.
- Pemanfaatan Materi Pengayaan: Manfaatkan materi pengayaan yang disediakan di platform, seperti link artikel, video, atau sumber daya lain yang relevan dengan topik bimbingan. Materi ini akan membantu memperdalam pemahaman Anda mengenai topik yang dibahas.
- Pengumpulan Laporan: Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan, buatlah laporan yang merangkum aktivitas, pemahaman, dan refleksi Anda. Unggah laporan tersebut ke Virlab sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.
- Interaksi dengan Peserta Lain: Manfaatkan fasilitas meeting daring di Virlab untuk berinteraksi dengan guru-guru lain. Ini bisa menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman, tips, atau strategi dalam mengimplementasikan Projek P5.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, diharapkan para guru peserta bimbingan dapat memanfaatkan fasilitas Virlab dengan maksimal dan mendapatkan pemahaman mendalam tentang Projek P5.
1. Refleksi Pribadi:
Buatlah sebuah esai pendek (sekitar 300-400 kata) yang menjelaskan pemahaman Anda mengenai urgensi pelaksanaan Projek P5 di sekolah tempat Anda mengajar. Dalam esai tersebut, sertakan contoh nyata dari situasi atau peristiwa di sekolah yang menunjukkan kebutuhan untuk penerapan nilai-nilai Pancasila melalui Proyek P5.
2. Diskusi Kelompok:
Berkumpul dengan 2-3 guru lainnya, baik secara offline maupun online, untuk mendiskusikan urgensi penerapan Projek P5. Catat kesimpulan dari diskusi Anda dan buatlah rencana singkat tentang bagaimana Anda dan rekan-rekan Anda bisa mulai mempromosikan dan menerapkan konsep Proyek P5 di sekolah Anda.
3. Studi Kasus:
Pilihlah satu masalah karakter yang saat ini menjadi perhatian di sekolah Anda (misal: kasus bullying, ketidakjujuran akademik, atau masalah moral lainnya). Analisis masalah tersebut dan buatlah sebuah presentasi singkat yang menjelaskan bagaimana nilai-nilai Pancasila melalui Projek P5 dapat menjadi solusi untuk masalah tersebut. Presentasi ini nantinya dapat Anda gunakan sebagai bahan diskusi dengan rekan-rekan guru atau bahkan sebagai bahan ajar bagi siswa.
Dengan mengerjakan tugas-tugas di atas, diharapkan Anda sebagai guru dapat lebih memahami dan menginternalisasikan urgensi dari pelaksanaan Projek P5, sehingga nantinya dapat menerapkannya dengan lebih efektif di sekolah Anda.
Seperti dituliskan di awal, semua hasil tugas mandiri di atas harus di upload dan dibahas dalam sesi diskusi. Ini akan membantu para guru untuk berbagi pemahaman, mendapatkan perspektif baru, dan memperdalam wawasan mereka tentang Proyek P5. Selanjutnya, File Tugas Mandiri ini, juga harus di upload pada LAPORAN.
Modul Modul 2 - KONSEP DAN PEMAHAMAN PROJEK P5 Kegiatan Praktikum
Proyek P5, diletakkan pada fondasi pendidikan karakter Indonesia, menawarkan pemahaman mendalam tentang pendidikan yang bermakna. Dengan Pancasila sebagai intinya, Proyek P5 mengintegrasikan berbagai teori belajar modern, mulai dari pendekatan konstruktivis hingga teori belajar sosial. Melalui kegiatan ini, kita akan mendalami definisi dan ruang lingkup Proyek P5, sekaligus bagaimana teori-teori belajar kunci mendukung dan menginformasikan desain serta implementasinya.
NOTE: Para guru peserta bimbingan diminta memilih model "Standar" untuk praktikum ini.
1. Definisi Proyek P5:
Berdasarkan Konsep Dasar Pendidikan Karakter (2010) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Proyek P5 diartikulasikan sebagai visi pendidikan holistik di Indonesia yang tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual tetapi juga pembentukan karakter moral. Sebagai tambahan, literatur seperti oleh Lickona (1991) dalam "Educating for Character", Nucci (2001) dalam "Education in the Moral Domain", dan Berkowitz (2011) dalam "Moral and Character Education" menggarisbawahi urgensi pendekatan pendidikan yang memadukan nilai-nilai tradisional dengan metode modern.
2. Ruang Lingkp Projek P5
Mengadopsi pendekatan dari "21st Century Skills" (Partnership for 21st Century Learning, 2015), Proyek P5 menggabungkan kurikulum, metodologi, dan evaluasi dengan pendekatan pembelajaran yang kreatif, kritis, dan kolaboratif. Ini memfasilitasi siswa untuk berinovasi, menganalisis informasi, dan berkolaborasi dalam tim.
Diadopsi dari prinsip "21st Century Skills", Proyek P5 menciptakan lingkungan belajar yang:
- Kreatif: Mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir di luar kotak, menciptakan ide-ide baru, dan menemukan solusi inovatif untuk masalah. Ini melibatkan kebebasan berekspresi, eksplorasi, dan eksperimen dalam proses belajar.
- Kritis: Menstimulasi kemampuan siswa untuk menganalisis informasi, mengevaluasi sumber, membuat pertimbangan yang berdasarkan alasan, dan membuat keputusan berdasarkan pemikiran yang mendalam dan informasi yang diverifikasi.
- Kolaboratif: Menanamkan pentingnya bekerja dalam tim, komunikasi efektif, dan berkontribusi dalam suatu kelompok. Ini juga melibatkan pengembangan empati, mendengarkan dengan seksama, dan negosiasi.
3. Integrasi Teori-teori Belajar ke dalam Proyek P5:
Teori-teori belajar seperti konstruktivisme, teori belajar sosial, teori koneksi, dan teori belajar eksperiensial, semuanya diterapkan dalam Proyek P5. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, Proyek P5 menciptakan pendekatan pendidikan yang lebih holistik dan dinamis, menjembatani antara teori dan praktik serta mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan sambil tetap mempertahankan nilai-nilai inti bangsa.
- Konstruktivisme (Piaget & Vygotsky, 1978): Teori ini memandang pembelajaran sebagai proses aktif dimana siswa membangun pemahaman baru berdasarkan pengalaman sebelumnya. Proyek P5 merangkul prinsip ini dengan menyediakan kesempatan bagi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran mereka.
- Teori Belajar Sosial (Bandura, 1977): Menyoroti peran observasi dan pemodelan dalam pembelajaran. Dalam Proyek P5, prinsip ini direalisasikan melalui aktivitas yang memungkinkan siswa untuk belajar dari contoh nyata dan berinteraksi dengan sesama siswa serta guru.
- Teori Koneksi (Thorndike, 1932): Mengemukakan bahwa pembelajaran terjadi ketika ada hubungan antara stimulus dengan respons tertentu. Proyek P5 mengadopsi ide ini dengan merancang kegiatan yang mempertajam konektivitas antara teori dan praktik.
- Teori Belajar Eksperiensial (Kolb, 1984): Menekankan pentingnya pengalaman langsung. Melalui Proyek P5, pendekatan ini diintegrasikan dengan menyediakan kesempatan bagi siswa untuk "belajar dengan melakukan" dan merefleksikan pengalaman belajar mereka.
Sebagai guru yang akan mengikuti bimbingan terkait Projek P5, mempersiapkan alat dan bahan tertentu akan memastikan mereka mendapatkan pengalaman belajar yang optimal. Berikut ini adalah daftar alat dan bahan yang disarankan untuk disiapkan:
- Buku Panduan Projek P5: Ini adalah sumber utama informasi tentang konsep, tujuan, dan metode pelaksanaan Projek P5. Buku ini akan menjadi rujukan utama selama bimbingan.
- Laptop/ Tablet dengan Koneksi Internet: Untuk mengakses materi digital, webinar, video, serta sumber daya online lainnya yang relevan dengan Projek P5.
- Materi Pendidikan Karakter: Ini bisa berupa buku, artikel, atau sumber daya lain yang relevan dengan pendidikan karakter dan Pancasila.
- Media Presentasi: Jika guru diharapkan untuk memberikan presentasi selama bimbingan.
- Materi Pelajaran Pancasila: Sebagai referensi tambahan, terutama untuk memahami konsep dan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah.
- Flipchart atau Whiteboard: Berguna untuk brainstorming, diskusi kelompok, dan pencatatan ide-ide penting selama sesi.
- Materi Interaktif: Ini bisa berupa permainan edukasi, kartu pertanyaan, atau sumber daya lain yang mempromosikan interaksi dan diskusi tentang pendidikan karakter.
- Akses ke Platform Virlab: Pastikan memiliki akses ke platform virtual lab untuk mengikuti kegiatan praktikum atau sesi bimbingan online.
- Sumber Daya Audio dan Video: Rekaman, klip video, atau podcast yang relevan dengan pendidikan karakter dan Pancasila. Ini bisa digunakan sebagai alat bantu mengajar atau untuk diskusi.
1. Persiapan Materi:
- Pelajari literatur dasar mengenai Proyek P5, termasuk dokumen-dokumen resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI serta referensi tambahan dari pakar pendidikan.
- Lakukan review terhadap prinsip "21st Century Skills" dan bagaimana konsep kreativitas, kritis, dan kolaborasi diintegrasikan ke dalam pendidikan.
2. Akses Platform Virlab:
- 2. Masuk ke platform Virlab setiap hari untuk mengikuti agenda praktikum dan mengakses materi terbaru.
- Pastikan koneksi internet stabil untuk menghindari gangguan selama sesi.
3. Diskusi Interaktif:
- Aktif berpartisipasi dalam forum diskusi untuk berbagi pemahaman dan mendapatkan perspektif lain mengenai definisi dan ruang lingkup Proyek P5.
- Gunakan fasilitas diskusi pada platform Virlab untuk bertukar pendapat dengan rekan-rekan guru lainnya.
4. Analisis Elemen Proyek P5:
- Setelah memahami definisi dasar, para guru diharapkan dapat melakukan analisis mendalam mengenai elemen-elemen kunci dari Proyek P5.
- Buat catatan mengenai bagaimana setiap elemen berkaitan dengan pendidikan di sekolah Anda.
5. Penerapan Teori Belajar:
- Lakukan refleksi terhadap praktek mengajar di kelas dengan mengaitkannya dengan teori-teori belajar yang telah dipelajari.
- Diskusikan bagaimana teori-teori ini dapat lebih baik diintegrasikan ke dalam pendidikan di sekolah Anda.
6. Pembuatan Laporan:
- Buat laporan ringkas yang mencakup pemahaman Anda tentang definisi dan ruang lingkup Proyek P5 serta refleksi tentang penerapan teori belajar.
- Unggah laporan Anda ke platform Virlab sesuai dengan deadline yang ditentukan.
7. Evaluasi Diri dan Feedback:
- Setelah mengikuti kegiatan praktikum, lakukan evaluasi diri untuk mengukur sejauh mana pemahaman Anda mengenai materi.
- Berikan feedback pada platform Virlab tentang kegiatan praktikum, hal-hal yang Anda anggap bermanfaat, serta saran untuk perbaikan di masa mendatang.
8. Kolaborasi dengan Rekan-rekan Guru:
- Manfaatkan fasilitas meeting daring di Virlab untuk berdiskusi dengan rekan-rekan guru lainnya mengenai implementasi Proyek P5 di sekolah masing-masing.
- Bagikan insight dan tantangan yang Anda temui serta cari solusi bersama-sama.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, diharapkan para guru dapat memahami dengan lebih mendalam mengenai Proyek P5 dan bagaimana mengaplikasikannya dalam konteks pendidikan di sekolah mereka masing-masing.
Tugas Mandiri: Memahami Definisi dan Ruang Lingkup Proyek P5. Tugas mandiri ini diharapkan menjadi bahan Diskusi pada Aplikasi virlab. Buatlah dan Upload seluruh tugas mandiri berikut dalam forum diskusi.
1. Pembuatan Ringkasan Pribadi:
- Setelah mempelajari materi mengenai definisi dan ruang lingkup Proyek P5, buatlah ringkasan pribadi yang mencakup pemahaman Anda tentang inti dan tujuan dari Proyek P5.
- Dalam ringkasan ini, sertakan bagaimana Proyek P5 berdampak pada metode pengajaran Anda serta manfaat yang dapat dirasakan oleh siswa.
2. Analisis Kurikulum Sekolah:
- Lihatlah kurikulum di sekolah Anda dan identifikasi elemen-elemen di mana Proyek P5 dapat diintegrasikan atau sudah diintegrasikan.
- Buatlah laporan singkat yang mendiskusikan bagaimana Proyek P5 dapat memperkaya kurikulum tersebut dan memberikan contoh konkret dari kegiatan belajar mengajar yang menerapkan prinsip-prinsip P5.
3. Wawancara dengan Rekan Guru:
- Pilihlah 2-3 rekan guru di sekolah Anda dan lakukan wawancara singkat mengenai pemahaman mereka tentang Proyek P5.
- Diskusikan dengan mereka tentang bagaimana mereka mengintegrasikan prinsip-prinsip P5 dalam pengajaran mereka dan catat insight serta tantangan yang mereka bagikan.
- Buatlah catatan dari hasil wawancara Anda.
4. Refleksi Penerapan di Kelas:
- Pikirkan satu topik atau unit pembelajaran yang Anda ajarkan. Rancanglah sebuah kegiatan belajar yang menerapkan prinsip kreativitas, kritis, dan kolaboratif dari Proyek P5.
- Tulis rancangan tersebut dengan detail, termasuk tujuan pembelajaran, metode pengajaran, dan alat/bahan yang digunakan.
5. Penulisan Esai Singkat:
- Tulislah esai singkat (maksimum 500 kata) yang menjelaskan tentang pentingnya integrasi Proyek P5 dalam pendidikan di Indonesia saat ini.
- Dalam esai Anda, sebutkan juga bagaimana Proyek P5 dapat membantu mengatasi tantangan-tantangan pendidikan saat ini dan membentuk generasi muda yang siap menghadapi masa depan.
Seperti dituliskan di awal, semua hasil tugas mandiri di atas harus di upload dan dibahas dalam sesi diskusi. Ini akan membantu para guru untuk berbagi pemahaman, mendapatkan perspektif baru, dan memperdalam wawasan mereka tentang Proyek P5. Selanjutnya, File Tugas Mandiri ini, juga harus di upload pada LAPORAN.
Setiap jenjang pendidikan memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Dalam kegiatan praktikum ini, guru akan dipandu untuk memahami bagaimana Proyek P5 dapat disesuaikan dan diterapkan secara efektif pada jenjang pendidikan SMA.
NOTE: Para guru diminta memilih model "Standar" untuk Praktikum ini
Diferensiasi dalam pendidikan mengacu pada upaya menyesuaikan pendekatan pengajaran dan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa yang unik pada setiap jenjang pendidikan. Ini adalah konsep kunci yang mendukung ide bahwa pendidikan harus responsif terhadap keanekaragaman siswa. Membuat pengalaman belajar yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan kebutuhan khusus siswa di setiap jenjang memungkinkan mereka untuk mencapai potensi penuh mereka.
Memahami karakteristik dan kebutuhan siswa di setiap jenjang adalah fundamental dalam proses ini. Siswa di jenjang SD, misalnya, sedang dalam tahap eksplorasi dasar dengan fokus pada pembentukan konsep dasar dan keingintahuan alamiah. Mereka membutuhkan pendekatan yang lebih interaktif dan berbasis pengalaman. Sementara itu, siswa di jenjang SMP mulai mengembangkan keterampilan berpikir yang lebih abstrak, menjadikan mereka siap untuk konsep yang lebih mendalam dan tugas-tugas yang lebih kompleks.
Di jenjang SMA, siswa sudah berada pada tahap persiapan untuk pendidikan tinggi atau dunia kerja. Mereka memulai fase ini dengan pemikiran yang lebih kritis, analitis, dan reflektif. Oleh karena itu, pendekatan P5 di jenjang ini mungkin akan lebih menekankan pada pemecahan masalah, diskusi mendalam, dan projek berbasis penelitian. Kemampuan siswa untuk menggali informasi, bekerja dalam tim, dan berinovasi menjadi sangat penting.
Sebagai tambahan, menganalisis contoh penerapan P5 dalam praktek akan memberikan gambaran nyata tentang bagaimana prinsip-prinsip P5 diterjemahkan ke dalam kelas. Melalui studi kasus dari sekolah-sekolah yang sudah mengimplementasikan P5, peserta akan menyaksikan variasi penerapan P5 berdasarkan jenjang pendidikan. Ini juga akan menyoroti bagaimana sekolah-sekolah tersebut menangani tantangan tertentu dan strategi apa yang mereka gunakan untuk memastikan kesesuaian pendekatan P5 mereka.
Akhirnya, dengan pemahaman mendalam ini, guru dapat lebih efektif dalam merancang strategi dan intervensi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa di jenjang pendidikan tempat mereka mengajar. Ini tidak hanya meningkatkan kualitas pengajaran tetapi juga memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan pendidikan yang relevan dan bermakna.
Sebagai guru yang akan mengikuti bimbingan terkait Projek P5, mempersiapkan alat dan bahan tertentu akan memastikan mereka mendapatkan pengalaman belajar yang optimal. Berikut ini adalah daftar alat dan bahan yang disarankan untuk disiapkan:
- Buku Panduan Projek P5: Ini adalah sumber utama informasi tentang konsep, tujuan, dan metode pelaksanaan Projek P5. Buku ini akan menjadi rujukan utama selama bimbingan.
- Laptop/ Tablet dengan Koneksi Internet: Untuk mengakses materi digital, webinar, video, serta sumber daya online lainnya yang relevan dengan Projek P5.
- Materi Pendidikan Karakter: Ini bisa berupa buku, artikel, atau sumber daya lain yang relevan dengan pendidikan karakter dan Pancasila.
- Media Presentasi: Jika guru diharapkan untuk memberikan presentasi selama bimbingan.
- Materi Pelajaran Pancasila: Sebagai referensi tambahan, terutama untuk memahami konsep dan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah.
- Flipchart atau Whiteboard: Berguna untuk brainstorming, diskusi kelompok, dan pencatatan ide-ide penting selama sesi.
- Materi Interaktif: Ini bisa berupa permainan edukasi, kartu pertanyaan, atau sumber daya lain yang mempromosikan interaksi dan diskusi tentang pendidikan karakter.
- Akses ke Platform Virlab: Pastikan memiliki akses ke platform virtual lab untuk mengikuti kegiatan praktikum atau sesi bimbingan online.
- Sumber Daya Audio dan Video: Rekaman, klip video, atau podcast yang relevan dengan pendidikan karakter dan Pancasila. Ini bisa digunakan sebagai alat bantu mengajar atau untuk diskusi.
1. Persiapan Materi:
- Pelajari literatur dasar mengenai Proyek P5, termasuk dokumen-dokumen resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI serta referensi tambahan dari pakar pendidikan.
- Lakukan review terhadap prinsip "21st Century Skills" dan bagaimana konsep kreativitas, kritis, dan kolaborasi diintegrasikan ke dalam pendidikan.
2. Akses Platform Virlab:
- Masuk ke platform Virlab setiap hari untuk mengikuti agenda praktikum dan mengakses materi terbaru.
- Pastikan koneksi internet stabil untuk menghindari gangguan selama sesi.
3. Diskusi Interaktif:
- Aktif berpartisipasi dalam forum diskusi untuk berbagi pemahaman dan mendapatkan perspektif lain mengenai definisi dan ruang lingkup Proyek P5.
- Gunakan fasilitas diskusi pada platform Virlab untuk bertukar pendapat dengan rekan-rekan guru lainnya.
4. Analisis Elemen Proyek P5:
- Setelah memahami definisi dasar, para guru diharapkan dapat melakukan analisis mendalam mengenai elemen-elemen kunci dari Proyek P5.
- Buat catatan mengenai bagaimana setiap elemen berkaitan dengan pendidikan di sekolah Anda.
5. Penerapan Teori Belajar:
- Lakukan refleksi terhadap praktek mengajar di kelas dengan mengaitkannya dengan teori-teori belajar yang telah dipelajari.
- Diskusikan bagaimana teori-teori ini dapat lebih baik diintegrasikan ke dalam pendidikan di sekolah Anda.
6. Pembuatan Laporan:
- Buat laporan ringkas yang mencakup pemahaman Anda tentang definisi dan ruang lingkup Proyek P5 serta refleksi tentang penerapan teori belajar.
- Unggah laporan Anda ke platform Virlab sesuai dengan deadline yang ditentukan.
7. Evaluasi Diri dan Feedback:
- Setelah mengikuti kegiatan praktikum, lakukan evaluasi diri untuk mengukur sejauh mana pemahaman Anda mengenai materi.
- Berikan feedback pada platform Virlab tentang kegiatan praktikum, hal-hal yang Anda anggap bermanfaat, serta saran untuk perbaikan di masa mendatang.
8. Kolaborasi dengan Rekan-rekan Guru:
- Manfaatkan fasilitas meeting daring di Virlab untuk berdiskusi dengan rekan-rekan guru lainnya mengenai implementasi Proyek P5 di sekolah masing-masing.
- Bagikan insight dan tantangan yang Anda temui serta cari solusi bersama-sama.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, diharapkan para guru dapat memahami dengan lebih mendalam mengenai Proyek P5 dan bagaimana mengaplikasikannya dalam konteks pendidikan di sekolah mereka masing-masing.
Analisis Diferensiasi P5 Berdasarkan Jenjang Pendidikan
Tujuan: Memahami dan menerapkan prinsip diferensiasi dalam konteks Proyek P5, dengan menyesuaikannya sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa di jenjang pendidikan masing-masing.
1. Pengidentifikasian Karakteristik Siswa:
- Buatlah daftar karakteristik siswa (misalnya: pola pikir, kemampuan kognitif, minat, kebutuhan khusus) yang Anda amati di jenjang pendidikan tempat Anda mengajar.
- Identifikasi kebutuhan belajar mereka yang spesifik.
2. Refleksi tentang P5:
- Dari pengamatan Anda, refleksikan bagaimana prinsip-prinsip P5 saat ini diterapkan di jenjang pendidikan Anda.
- Apa yang Anda lihat sebagai kekuatan dan kelemahan dari penerapan saat ini?
3. Analisis Kasus:
- Pilih satu kelas (bisa kelas Anda sendiri atau kelas lain) dan analisis bagaimana P5 diterapkan di kelas tersebut.
- Bandingkan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa yang telah Anda identifikasi. Apakah ada kesenjangan atau kesesuaian?
4. Rancangan Implementasi P5 yang Diferensiasikan:
- Berdasarkan analisis Anda, buatlah sketsa rancangan sederhana tentang bagaimana P5 bisa diterapkan dengan lebih efektif di jenjang pendidikan Anda.
- Pilih dua hingga tiga topik atau materi pelajaran dan jelaskan bagaimana Anda akan mengajarkannya dengan pendekatan P5 yang telah disesuaikan.
5. Diskusi dan Kolaborasi:Bagikan hasil refleksi dan rancangan Anda dengan setidaknya dua rekan guru yang mengajar di jenjang yang sama.
- Bagikan hasil refleksi dan rancangan Anda dengan setidaknya dua rekan guru yang mengajar di jenjang yang sama.
- Diskusikan kesamaan dan perbedaan dalam pengamatan Anda, serta ide-ide untuk penerapan P5 yang lebih diferensiasikan.
6. Refleksi Akhir:
- Tulislah refleksi akhir tentang apa yang Anda pelajari dari tugas ini. Bagaimana pemahaman Anda tentang diferensiasi dalam konteks P5 telah berkembang? Apa langkah selanjutnya yang Anda ingin ambil untuk menerapkan pemahaman baru ini di kelas Anda?
Setelah menyelesaikan tugas-tugas di atas, para guru diharapkan memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana menerapkan prinsip-prinsip P5 dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa di jenjang pendidikan mereka.
Seperti dituliskan di awal, semua hasil tugas mandiri di atas harus di upload dan dibahas dalam sesi diskusi. Ini akan membantu para guru untuk berbagi pemahaman, mendapatkan perspektif baru, dan memperdalam wawasan mereka tentang Proyek P5. Selanjutnya, File Tugas Mandiri ini, juga harus di upload pada LAPORAN.
Modul Modul 3 - MEMBANGUN PROJEK P5 DI SEKOLAH Kegiatan Praktikum
Praktikum ini dirancang untuk memandu langkah demi langkah dalam menyusun rencana pelaksanaan P5 di sekolah. Guru akan dibimbing untuk merancang dan mengembangkan rencana yang komprehensif, realistis, dan efektif, sesuai dengan kebutuhan spesifik dan konteks sekolah masing-masing.
Dalam proses penyusunan rencana pelaksanaan P5, seorang guru memerlukan pemahaman mendalam tentang elemen-elemen inti yang menjadi dasar kerangka kerja strategis tersebut. Dimulai dengan identifikasi tujuan, guru akan mempelajari cara menyusun objektif yang jelas, terukur, dan terfokus untuk mencapai hasil optimal dalam implementasi P5. Tujuan tersebut harus dirumuskan dengan mempertimbangkan kebutuhan spesifik, kondisi, dan konteks unik setiap sekolah. Penyusunan tujuan ini menjadi dasar yang vital dalam mendesain aktivitas dan strategi pelaksanaan yang efektif.
Selanjutnya, fokus bergerak ke sumber daya yang tersedia dan bagaimana mengalokasikannya dengan efisien. Hal ini mencakup pemetaan sumber daya manusia, finansial, dan material yang akan digunakan. Memahami ketersediaan dan keterbatasan sumber daya ini akan memungkinkan guru untuk merancang rencana yang realistis dan berkelanjutan. Peran pengelolaan sumber daya ini tidak dapat diabaikan karena mempengaruhi kualitas dan kelanjutan implementasi P5.
Metodologi pelaksanaan menjadi bagian krusial lainnya. Guru akan diperkenalkan kepada berbagai teknik dan strategi untuk mengintegrasikan konsep P5 dalam praktek pengajaran. Ini mencakup pemilihan metode pengajaran, pendekatan pembelajaran, dan aktivitas yang sesuai untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Adaptasi dan fleksibilitas metode menjadi kunci, memungkinkan guru untuk merespon dinamika dan tantangan yang muncul dalam proses pembelajaran.
Penilaian dan evaluasi mengakhiri siklus perencanaan. Guru akan diajarkan cara menetapkan indikator keberhasilan dan menggunakan alat evaluasi yang tepat untuk mengukur efektivitas implementasi P5. Proses evaluasi ini harus komprehensif, mencakup feedback dari siswa, kolega, dan stakeholder lainnya. Di samping itu, mekanisme pemantauan yang sistematis akan diintegrasikan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan strategi dan aktivitas secara berkala. Ini akan memastikan bahwa rencana pelaksanaan P5 terus ditingkatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan yang terus berkembang.
- Dokumen pedoman P5
- Template rencana pelaksanaan P5
- Media diskusi online Virlab
- Media Meeting Online Virlab
Untuk melaksanakan kegiatan praktikum ini, para Guru hendaknya melakukan minimal beberapa langkah berikut ini.
- Mengidentifikasi kebutuhan dan tujuan spesifik sekolah
- Menentukan strategi dan metode pelaksanaan Projek P5
- Menyusun rencana kerja yang meliputi jadwal, kegiatan, dan sumber daya
- Membuat alat evaluasi dan indikator keberhasilan
Guru akan bekerja secara individu dan kelompok, menggunakan dokumen pedoman dan template untuk menyusun rencana pelaksanaan P5 di Sekolah masing-masing. Diskusi dan kolaborasi antar peserta akan ditekankan untuk berbagi ide dan mendapatkan umpan balik.
Menyusun draft rencana pelaksanaan P5 untuk sekolah masing-masing dan mempresentasikannya kepada kelompok untuk mendapatkan masukan dan perbaikan.
Kurikulum Merdeka pada saat ini telah mulai digunakan oleh satuan
pendidikan dengan menerapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
yang merupakan upaya untuk mendorong tercapainya Profil pelajar Pancasila
dengan menggunakan paradigma baru melalui pembelajaran berbasis projek. Dengan
menjalankan P5 ini maka diharapkan guru dapat menemani proses pembelajaran anak
untuk dapat menumbuhkan kapasitas dan membangun karater luhur sebagaimana yang
digalakkan dalam Profil Pelajar Pancasila. Selain itu juga guru dituntut untuk
membuat Modul P5 agar pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung guru berperan
sebagai fasilitator, untuk itu diperlukan pendampingan dan pelatihan secara
khusus yang memberikan pengetahuan mendalam pada guru terkait dalam membuat Modul
P5 (yang selanjutnya disebut Modul P5) sehingga dapat meningkatkan pemahaman
terhadap hakikat dan konsep Kurikulum Merdeka sekaligus dapat meningkatkan
kompetensi guru dalam sistem pembelajaran.
A. Pelatihan
Yang Mendukung Peningkatan Kompetensi Untuk Pelaksanaan P5
Kurikulum
merdeka merupakan hal baru bagi semua guru. Guru dituntuk untuk dapat memahami,
merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan yang dilaksanakan dalam
pengimplementasian kurikulum merdeka, terutama dalam pengimplementasian Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dalam kegiatan mengimplementasikan P5, guru
harus memiliki kompetensi tentang kurikulum merdeka. Untuk itu Kemdikbudristek mendata seluruh Satuan
Pendidikan yang ada di Indonesia terkait kesiapan dalam mengimlementasikan
Kurikulum Merdeka baik melalui jalur sekolah penggerak maupun jalur mandiri dan
satuan pendidikan akan memperoleh dukungan penuh dari Kemdikbudristek dalam
menjalankan kurikulum ini. Kemdikbud juga berupaya memberikan pendampingan
dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) kepada Dinas Pendidikan, Pengawas,
Kepala Sekolah dan Guru agar supaya dapat dilaksanakan di Satuan Pendidikan
sesuai dengan konsep pembelajaran Kurikulum Merdeka.
Dalam
mendorong satuan pendidikan di Indonesia agar dapat menerapkan Kurikulum
Merdeka Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
(Kemendikburistek) memiliki enam dukungan yang diberikan.
Dukungan tersebut diantaranya sebagai berikut:
1. Dukungan
pertama yang diberikan oleh Kemendikbud adalah
a. Menyediakan
platform Merdeka Mengajar untuk guru dan kepala sekolah.
1)
Pengertian Platform Merdeka Mengajar
Platform Merdeka Mengajar adalah platform teknologi yang
disediakan untuk guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, dan berkarya.
Melalui platform
tersebut guru akan belajar banyak hal dalam memahami Kurikulum Merdeka. Jadi
platform Merdeka Mengajar ini menjadi salah satu sumber belajar dan sumber
informasi untuk guru dan kepala sekolah untuk memahami tentang implementasi
Kurikulum Merdeka. Mulai dari beragam topik pelatihan yang bisa diakses
kapanpun dan dimanapun.
2) Untuk mengakses fitur/menu yang ada di dalam platform Merdeka Mengajar,
pengguna perlu masuk (login) dengan Akun Pembelajaran (belajar.id) dan pemerintah
sudah memberikan akun belajar id kepada semua guru agar dapat mengakses
platform merdeka mengajar.
3)
Fungsi dari Platform Merdeka
mengajar, yaitu membantu guru untuk mengajar, belajar, dan berkarya. Di dalamnya juga terdapat toolkit asesmen untuk
mengukur capaian belajar siswa.,
4)
Platform ini memiliki tujuan untuk mengembangkan
kompetensi guru agar dapat mengajar sesuai level kompetensi murid dan sebagai
sarana menyalurkan karya inspirasi untuk guru lainnya
5)
Fitur yang bisa dimanfaat pengajar untuk
meningkatkan kompetensinya yang ada dalam platform sebagai berikut:
a)
video Inspirasi. Dalam fitur ini, para pengajar dapat menemukan
berbagai video kreatif untuk meningkatkan kompetensi pengajar baik untuk
lingkungan sekolah maupun untuk personal.Pelatihan Mandiri,
b)
Bukti Karya Saya. Fitur ini menjadi
tempat rekam jejak yang menggambarkan kinerja serta kompetensi yang dapat
dibagikan pengajar agar dapat memberi inspirasi maupun bertukar pikiran kepada
rekan sejawatnya.
c)
Asesmen Murid. Berisi kumpulan soal
untuk pahami level kompetensi murid, sehingga pengajar dapat menerapkan
pembelajaran yang sesuai dengan capaian dan perkembangan murid. Beragam paket
soal dapat dibagikan secara daring dan juga luring.
d)
Perangkat Ajar. Terdapat beragam
inspirasi materi ajar berkualitas mulai dari modul ajar, buku teks pelajaran,
video pembelajaran, modul projek, dan bahan lainnya dapat diakses pengajar.
Perangkat ini dikurasi oleh tim ahli Kemendikbudristek. Saat ini, tersedia
lebih dari 2.000 referensi perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka.
e) Pelatihan
Mandiri. Di dalam pelatihan mandiri tersedia
beragam topik pelatihan, materi singkat dan relevan, serta mudah dipraktekkan.
Fitur pelatihan mandiri ini dapat diakses pengajar kapan saja dan dimana saja
sehingga pengajar mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya
b.
Guru juga dapat mengakses SIMPKB.
a) Pengertian SIMPKB
merupakan sistem informasi manajemen
pengembangan keprofesian yang berkelanjutan. PKB
pada dasarnya menjadi kendaraan utama dalam upaya membawa para guru pendidik pada perubahan yang diinginkan. SIMPKB merupakan
program pemerintah yang ditujukan untuk guru yang ada di seluruh
Indonesia. Program ini memiliki tujuan untuk
mengambangkan kualitas profesi seorang guru dalam rangka menciptakan mutu
pendidikan yang lebih baik dan berkualitas.
b) Cara mendapatkan SIMPKB yaitu dengan mengunjungi laman portal layanan SIMPKB pada laman https://gtk.belajar. kemdikbud.go.id/
Klik pada tombol Pencarian Data GTK, kemudian Anda akan diarahkan menuju laman
pencarian data GTK. Masukkan nama lengkap atau nomor UKG Anda, Pilih Provinsi
dan Kota tempat Anda.
c) Tujuan dari Sistem Informasi Manajemen Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (SIM PKB) adalah untuk mengelola data komunitas,
data guru dan seluruh komponen yang terlibat dalam program Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Melalui portal SIMPKB
guru dapat mengakses berbagai kompetensi untuk memahami kurikulum merdeka.
Utamanya pada fitur guru berbagi dan guru belajar.
2. Dukungan yang kedua yaitu melalui komunitas belajar. Karena dalam
implementasi Kurikulum Merdeka tenaga pendidik tidak bisa melakukan secara
sendiri mereka harus saling membagi dan mendukung satu sama lain. Oleh karena
itu Kemendikbud membentuk komunitas belajar. Dalam komunitas ini para
guru dan kepala sekolah bisa saling diskusi dan saling belajar bagaimana
meningkatkan bentuk pembelajaran di sekolah, seperti dalam kegiatan KKG(kelompok
kerja guru).
3. Dukungan
yang ketiga yang diberikan oleh Kemendikbud adalah dengan menghadirkan
narasumber yang sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka lalu membagi praktik
baiknya.
4. Dukungan yang keempat, Kemendikbud menghadirkan seri webinar terkait
Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai informasi tambahan bagi satuan
pendidikan mengenai implementasi Kurikulum Merdeka. Bahkan dalam seri webinar
ini Kemendikbud juga memberikan ruang bagi tenaga pendidik yang lain untuk
menjadi narasumber membagikan praktik baiknya dalam mengimplementasikan
Kurikulum Merdeka. Selain itu seri webinar dapat diakses di platform Merdeka
Mengajar jadi satuan pendidikan dapat menonton ulang webinarnya kapanpun dan
dimanapun.
5. Dukungan yang kelima dari Kemendikbud adalah adanya mitra pembangunan
dimana pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat yang peduli terhadap
pendidikan untuk menjadi mitra pembangunan. Mitra pembangunan ini bisa dari
lembaga organisasi, dari perusahaan maupun dunia industri yang secara mandiri
dapat mendukung pelaksanaan implementasi Kurikulum Merdeka.
6. Dukungan yang keenam yang diberikan oleh pemerintah untuk mendorong satuan
pendidikan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka adalah memberikan pusat
layanan atau helpdesk yang bisa diakses oleh guru atau kepala sekolah
seandainya ada hal-hal yang mereka ingin tanyakan seputar implementasi
Kurikulum Merdeka
Selain dukungan dari
pemerintah untuk meningkatkan kompetensi guru mengenai pemahaman P5, guru juga dapat mengikuti webiner,
workshop, diklat atau pelatihan yang di adakan oleh Swasta secara ikuti secara
mandiri. Kegiatan tersebut dapat dilakukan secara daring dan dapat di
akses melalui telegram, youtobe, instragram, dll.
B. Mendorong penguatan kapasitas pendidik dalam
pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila
Sangatlah
penting bagi pendidik yang terlibat dalam kegiatan projek profil untuk memiliki
pemahaman yang optimal mengenai projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Untuk itu, satuan pendidikan dapat memberikan pengembangan kapasitas untuk
memperkuat kemampuan pendidik dalam melaksanakan projek penguatan profil
pelajar Pancasila. Pengembangan kapasitas dapat dilaksanakan secara mandiri
oleh satuan pendidikan atau bekerja sama dengan mitra pendidikan untuk
memberikan penguatan kapasitas secara luring ataupun daring. Pengembangan
kapasitas dapat dibuat secara berseri dan sebaiknya dilaksanakan secara
berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan belajar pendidik. Pengembangan kapasitas
dapat dilakukan melalui pelatihan, berbagi praktik baik di lingkaran komunitas
belajar, diskusi bedah pustaka, dan lain sebagainya.
Bentuk penguatan kapasitas
pendidik dalam P5
|
No |
Kapasitas Dasar |
Kapasitas
Lanjutan |
|
1 |
Pembelajaran
Berbasis Projek |
Manajemen Kelas
dalam Pembelajaran Berbasis Projek |
|
2 |
Strategi
Diferensiasi |
Team Teaching
atau Mengajar Kolaboratif |
|
3 |
Strategi Asesmen |
Proses Desain Projek |
|
4 |
Strategi Refleksi |
Proses Pelibatan Masyarakat atau Lingkungan Satuan Pendidikan dalam
Pembelajaran |
|
5 |
Strategi Bertanya
|
Merancang
Perayaan Belajar |
|
6 |
Strategi
Pendampingan |
|
Kapasitas Dasar
Pembelajaran Berbasis Projek,
·
Pengertian pembelajaran berbasis
projek. Manfaat pembelajaran berbasis projek.
·
Strategi pengembangan pembelajaran
berbasis projek.
·
Contoh pembelajaran berbasis projek
di satuan pendidikan lain.
·
Manajemen
pelaksanaan projek.
Strategi
Diferensiasi
·
Memahami tahap perkembangan belajar
peserta didik.
·
Mengidentifikasi preferensi cara
belajar dan minat peserta didik.
·
Strategi pengelompokan berdasarkan
profil murid.
Strategi Asesmen
·
Jenis-jenis asesmen.
·
Pengembangan asesmen kinerja.
·
Perancangan instrumen asesmen yang
bervariasi.
·
Pemberian umpan balik yang efektif.
·
Penyusunan dan pemanfaatan
portofolio.
Strategi
Refleksi
·
Penyusunan pertanyaan pemantik
refleksi
·
Berbagai strategi dalam melakukan
refleksi (Berpasangan & Berbagi, 3-2-1, Tiket Keluar, Tweet, menulis
jurnal, berdiskusi kelompok, dan strategi refleksi lainnya).
Strategi Bertanya
·
Tipe-tipe pertanyaan.
·
Membuat pertanyaan yang mendorong
proses inkuiri peserta didik.
·
Strategi bertanya efektif.
Strategi Pendampingan
·
Cara
memfasilitasi belajar peserta didik tanpa menggurui.
·
Mengasah
kemampuan peserta didik untuk dapat mengatur waktu dan pekerjaan
·
Membangun
inisiatif peserta didik.
·
Mendorong peserta didik untuk
mengambil tantangan.
Kapasitas Lanjutan
Manajemen Kelas
·
Belajar dalam kelompok besar dan
kecil.
·
Tata letak area belajar (di dalam
atau di luar kelas).
·
Pembagian jadwal belajar bersama dan
mandiri.
Team Teaching atau Mengajar Kolaboratif
·
Manfaat Mengajar Kolaboratif.
·
Tipe-tipe Mengajar Kolaboratif.
·
Karakteristik Mengajar Kolaboratif.
Proses Desain Projek
·
Pemilihan mitra
sesuai dengan projek yang dilaksanakan
·
Langkah-langkah
melibatkan masyarakat dan lingkungan satuan pendidikan. •
Administrasi dan dokumentasi yang dibutuhkan.
Proses Pelibatan Mitra dalam
Ekosistem Belajar
·
Pemilihan mitra
sesuai dengan projek yang dilaksanakan
·
Langkah-langkah
melibatkan masyarakat dan lingkungan satuan pendidikan. •
Administrasi dan dokumentasi yang dibutuhkan.
Perayaan Hasil Belajar
·
Manfaat perayaan belajar.
·
Macam-macam bentuk perayaan belajar.
Perencanaan kegiatan
perayaan belajar
- Materi pelatihan P5
- Media Chat diskusi dan Meeting daring Virlab
- Akses ke sumber daya online dan database
- Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan profesional terkait P5
- Mengeksplorasi dan mempelajari berbagai metode dan teknik pengajaran P5
- Praktek dan simulasi aktivitas pengajaran
Guru akan terlibat dalam sesi pelatihan interaktif, diskusi kelompok, dan aktivitas praktis. Fokus akan diberikan pada aplikasi nyata dari teknik dan metode yang dipelajari untuk memastikan transfer pengetahuan yang efektif ke setting kelas.
Guru akan diminta untuk merencanakan dan melaksanakan sebuah pelajaran atau aktivitas kelas yang mengintegrasikan konsep dan metode P5, kemudian melakukan refleksi dan evaluasi atas pelaksanaannya. Feedback dari rekan-rekan dan fasilitator akan digunakan untuk revisi dan perbaikan.
Modul Modul 4 - BIMBINGAN SISWA OLEH GURU DALAM PROJEK P5 Kegiatan Praktikum
Dalam memperkuat karakter profil pelajar Pancasila
sekolah-sekolah diharapkan membuat projek yang bertujuan memperkuat karakter
Profil Pelajar Pancasila. Dalam membuat projek penguatan profil pelajar
Pancasila, para guru dituntut untuk mahir dalam merancang modul projek
yang berkualitas. Dalam kaitannya dengan
projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5), guru berperan penting dalam
merancang modul projek tersebut. Bagaimanapun juga sebagai perancang projek
guru harus memahami strategi perancangan yang akan digunakan.
Berkaitan dengan kegiatan merancang modul projek,
sebenarnya bagi para guru sudah menjadi hal yang biasa dilakukan karena pada
dasarnya profesi guru adalah perancang. Tindakan paling penting dalam profesi
guru adalah merancang pembelajaran dan projek serta pengalaman belajar untuk
memenuhi tujuan tertentu. Guru juga menjadi perancang penilaian untuk
mendiagnosis kebutuhan siswa sebagai panduan dalam mengajar dan membuat projek
sehingga memungkinkan guru, siswa, dan pihak lain (orang tua dan administrator)
untuk menentukan apakah tujuan pembelajaran dan projek tersebut telah
tercapai.
Dalam pelaksanaan kegitan projek P5, guru harus
menerapkan strategi yang adaktif, mempertimbangkan keunikan karakter dan
situasi individu siswa. Strategi merujuk pada rencana tindakan terencana dan
terkoordinasi untuk mencapai tujuan tertentu. Yang melibatkan pemilihan sumber
daya, langkah-langkah taktis, dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Strategi melibatkan penentuan cara-cara untuk mencapai
tujuan tertentu dengan cara yang paling efektif dan efisien.
Dengan tujuan untuk membantu peserta didik terlibat
secara optimal sepanjang kegiatan projek profil berlangsung, maka di sini
diberikan beberapa cara agar pelaksanaannya dapat berlangsung sesuai dengan
yang diharapkan.
Berikut strategi yang dapat dilakukan
oleh guru dalam melaksanakan projek P5:
1.
Strategi
Diferensiasi
Merupakan Perencanaan
pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru hanya mengembangkan pelajaran
peserta didik berdasarkan tingkat pengetahuan, preferensi belajar, dan minat
siswa.
Dalam pelaksanaan P5 guru dapat menggunakan strategi Diferensiasi diantaranya
a.
Memahami tahap perkembangan belajar peserta didik.
Perkembangan Peserta Didik merupakan tahapan perubahan seorang peserta didik baik fungsi-fungsi, pola pikir,
moral, fisik, maupun psikisnya menuju tahapan selanjutnya yang saling
berkesinambungan.
Berikut perkembangan peserta didik menurut beberapa teori:
a)
4 Tahapan
Perkembangan Kognitif Anak Menurut Teori Piaget
·
Tahap Sensorimotor
(Usia 18–24 Bulan)
·
Tahap Praoperasional
(Usia 2–7 Tahun)
·
Tahap Operasional
Konkret (Usia 7–11 Tahun)
·
Tahap Operasional
Formal (12 Tahun Ke Atas)
b. Teori Sosial Bandura (Bandura’s
Social Learning Theory)
Bandura merumuskan sebuah teori pembelajaran
observasional yang menyeluruh yang dia kembangkan untuk mencakup penguasaan,
dan praktik dari bermacam-macam keterampilan, strategi dan perilaku.
Prinsip-prinsip kognitif sosial telah diaplikasikan dalam pembelajaran
kognitif, motorik, sosial, pengaturan diri, perkembangan moral, pendidikan,
kesehatan, dan nilai sosial.
c.
Teori Perkembangan
Behavioral (Behavioral
Child Development Theories oleh John B. Watson dan B.F. Skinner)
John B.
Watson dalam teorinya berpendapat, bahwa pendekatan ilmiah dalam perkembangan
harus berfokus hanya pada perilaku yang bisa diamati, bukan seperti pemikiran,
fantasi, dan gambaran mental yang lain.
Sementara
B.F Skinner dalam teori perkembangan behavioral mengenalkan konsep penguatan
(reinforcement). Hal-hal yang memperkuat adalah stimulus yang meningkatkan
frekuensi perilaku yang anak ikuti.
Skinner
membedakan antara penguat positif dan penguat negatif. Penguat positif akan
meningkatkan frekuensi perilaku saat perilaku itu diterapkan. Contohnya,
makanan dan persetujuan berperan sebagai penguat positif.
Cara mengembangkan
Potensi Peserta Didik
· Membangun Keterampilan dan Pengetahuan yang Ada.
· Memberikan Motivasi Intrinsik
· Menentukan Tujuan dan Target
·
Mengajarkan
Pola Pikir untuk Berkembang
· Melibatkan Orang Tua
Jenis-jenis tes yang dapat Guru lakukan untuk mengetahui perkembangan
siswa diantaranya adalah tes kecerdasan, tes bakat, tes kepribadian, dan tes
prestasi belajar. Tes yang sudah biasa dilakukan
di kelas adalah tes prestasi belajar melalui tes sumatif, tes format, dan lain
sebagainya
d.
Mengidentifikasi
preferensi cara belajar dan minat peserta didik.
Dengan memahami kebutuhan belajar peserta
didik, kita dapat menyediakan dukungan yang sesuai
dan menarik bagi mereka yang membutuhkannya, sehingga meningkatkan motivasi dan
keterlibatan dalam proses pembelajaran Ada
berbagai cara untuk mengenali gaya belajar siswa, yaitu dengan pengamatan
langsung, observasi secara mendetail, atau dengan memberikan angket kepada
siswa tetapi untuk kelas tinggi saja. Observasi
secara mendetail terhadap siswa bisa dilakukan dengan melalui penggunaan
berbagai metode pembelajaran di kelas. Bagaimana cara belajar yang
baik dan benar?
Cara Belajar Efektif dan
Efisien, Belajar Jadi Lebih Menyenangkan
1)
Tetapkan tujuan
2)
Atur Jadwal Belajar
3) Buat
Suasana Belajar yang Nyaman
4)
Membuat Ringkasan
5)
Buat Akronim yang Mudah
Diingat
6)
Pahami Bukan Menghafal
7)
Jangan Malu Bertanya
8)
Pantang Menyerah.
e.
Strategi
pengelompokkan berdasarkan profil murid.
Agar kegiatan belajar itu sendiri sesuai dengan kebutuhan
cara belajar siswa, diperlukan pengelompokkan siswa dalam belajar. Dalam
penyusunan anggota kelompok perlu dipertimbangkan antara lain:
a)
Kegiatan belajar
apa yang akan dilaksanakan.
b)
Siapa yang
menyusun anggota kelompok, apakah guru, siswa, atau guru dan siswa
bersama-sama.
c)
Atas dasar apa
kelompok itu disusun
d)
Apakah kelompok
itu selalu tetap atau berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan cara belajar.
Dalam
melayani kegiatan belajar aktif, pengelompokkan siswa mempunyai arti
tersendiri. Pengelompokkan siswa dibedakan ke dalam tiga jenis: a. menurut
kesenangan berteman. Kelas dibagi ke dalam beberapa kelompok siswa yang disusun
atas keakraban antarsiswa. Kelompok terdiri atas sejumlah siswa yang merupakan
kawan-kawan dekat. b. Menurut kemampuan, untuk memudahkan pelayanan guru,
siswa-siswa dikelompokkan menjadi kelompok cerdas, sedang atau menengah, dan
kelompok siswa yang lambat. c.menurut minat, ada siswa yang senang menulis,
menggambar, Siswa dikelompokkan atas
dasar kegiatan yang sama
2.
Strategi
Asesmen
Menyusun asesmen proyek
penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka perlu
memerhatikan beberapa aspek. Beberapa aspek yang dimaksud adalah dimensi,
elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila.
a)
Jenis-jenis
asesmen.
·
Asesmen Diagnostik
Penerapan asesmen ini
dimulai pada awal proyek dengan menentukan dimensi, elemen dan
sub-elemen. Di samping itu pihak yang berhak untuk memberikan asesmen adalah
seorang pendidik. Contoh penerapan aesmen ini menggunakan observasi dan kuisoner.
·
Asesmen Formatif
Asesmen selanjutnya adalah
asesmen formatif dengan penerapan secara berkala dan berkelanjutan. Sedangkan
beberapa pihak yang dapat memberikan asesmen ini antara lain: pendidik, peserta
didik secara pribadi, antar peserta didik dan juga mitra seperti orang tua atau
wali. Selain itu, asesmen ini memiliki beberapa contoh penerapan dengan
menggunakan umpan balik (feedback)
·
Asesmen Sumatif
Selanjutnya adalah Asesmen
Sumatif yang dapat diterapkan pada akhir proyek dengan pihak yang berhak
memberikan asesmen hanyalah seorang pendidik. Sedangkan penerapan ini dapat
menggunakan beberapa cara seperti: presentasi, diorama, produk yang memiliki
teknologi tinggi atau seni
b)
Pengembangan
asesmen kinerja.
Asesmen kinerja
merupakan asesmen yang
mengharuskan siswa mempertunjukkan kinerja, bukan menjawab atau memilih jawaban
dari sederetan kemungkinan jawaban yang sudah tersedia (Zainul, 2005:8). Misalnya dalam kinerja, siswa diminta untuk
menjelaskan dengan kata-kata dan caranya sendiri terhadap permasalahan
matematika.
c)
Perancangan instrumen asesmen yang
bervariasi.
Instrumen merupakan alat bantu
yang digunakan untuk mendapatkan data. instrumen yang bervariasi memudahkan
guru untuk memperoleh data sesuai dengan bakat minat atau kebutuhan peserta
didik. Jenis instrumen yang dapat digunakan oleh diantaranya: kuesioner,
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari instrumen tersebut guru dapat
menggunakan sesuai dengan kebutuhan.
d)
Pemberian umpan balik yang efektif.
adalah informasi tentang
kinerja seseorang dalam kaitannya dengan tujuan tugas. Oleh karena itu, salah
satu elemen kunci yang diperlukan dalam memberikan umpan balik kepada siswa
adalah fokus pada tujuan. Cara memberikan umpan balik yang efektif diantaranya:
a) Buat umpan balik yang positif dan kontruktif. b) Pilih waktu yang tepat, c)
Umpan balik yang diberikan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, d)
Memberikan pendampingan, e) Membuat rencana komentar yang tepat.
e)
Penyusunan dan pemanfaatan portofolio.
Portofolio
merupakan kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta
didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektif-kritis)
dalam kurun waktu tertentu. Berikut beberapa alasan mengapa perlu menggunakan
portopolio dalam Projek P5, antara lain yaitu: Portofolio memberikan rasa
kepemilikan pada proses belajar yang mendorong peserta didik untuk menjadi
pembelajar aktif,
Portofolio
mendorong peserta didik untuk mengenali kekuatan dan kemajuannya,
Melakukan
refleksi kritis terhadap pembelajarannya sehingga memahami hal- hal yang perlu
ia kembangkan pada dirinya menjadi pembelajar mandiri.
3.
Strategi Refleksi
• Penyusunan pertanyaan
pemantik refleksi
• Berbagai strategi dalam melakukan
refleksi (Berpasangan & Berbagi,
3-2-1, Tiket Keluar, Tweet, menulis
jurnal, berdiskusi kelompok, dan trategi refleksi lainnya).
4.
Strategi
Bertanya
•
Tipe-tipe pertanyaan.
Guru dapat membuat pertanyaan yang mendorong
proses inkuiri, artinya penggali pengalaman peserta didik untuk dapat menemukan
gagasan gagasan baru dari apa yang dipelajarinya dengan pengalaman yang
dimiliki oleh peserta didik dalam kehidupan sehari hari. Guru juga dapat
membuat pertanyaan untuk memenuhi rasa
ingin tahu terhadap diri dan lingkungan peserta didik.
• Membuat pertanyaan yang mendorong
proses inkuiri peserta didik.
Dalam
membuat pertanyaan yang dapat mendorong proses inkuiri peserta didik guru dapat
menggunakan Taksonomi Bloom.
• Strategi bertanya efektif.
Kegiatan bertanya akan
lebih efektif bila
pertanyaan yang diajukan cukup berbobot, mudah dimengerti atau relevan dengan
topik yang dibicarakan, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik
5.
Strategi
Pendampingan
a)
Cara memfasilitasi belajar peserta didik tanpa menggurui.
b)
Mengasah kemampuan peserta didik untuk dapat mengatur
waktu dan pekerjaan
c)
Membangun
inisiatif peserta didik.
d)
Mendorong
peserta didik untuk mengambil tantangan.
6. Strategi:
Mendorong keterlibatan belajar peserta didik
Kunci dari implementasi kegiatan projek profil adalah
keterlibatan belajar peserta didik dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu,
pendidik sebagai fasilitator pembelajaran perlu terus berkreasi untuk
meningkatkan partisipasi belajar seluruh peserta didik dalam serangkaian
kegiatan yang sedang dilaksanakan. Beberapa hal dapat diupayakan pendidik untuk mendorong partisipasi peserta didik yang
mengarah pada peningkatan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran.
a) Mempelajari teori dasar bimbingan individu
b) Menganalisis studi kasus dan membahas strategi intervensi
c) Melakukan simulasi bimbingan individu
d) Mendiskusikan dan merefleksikan pengalaman
Selanjutnya, para guru melakukan:
- Menyusun jadwal dan merencanakan
kegiatan praktikum
- Mengakses materi
pelatihan dan menjalankan kegiatan secara interaktif
- Melakukan diskusi,
meeting, refleksi diri dan evaluasi secara berkala
Guru akan bekerja secara individu dan kelompok,
menggunakan dokumen pedoman dan template untuk menyusun rencana pelaksanaan P5
di Sekolah masing-masing. Diskusi dan kolaborasi antar peserta akan ditekankan
untuk berbagi ide dan mendapatkan umpan balik.
- Membuat laporan analisis dari studi kasus yang diberikan
- Merencanakan strategi bimbingan individu untuk kasus nyata di kelas
- Mempresentasikan rencana tersebut untuk mendapatkan umpan balik
Sebagai catatan: Laporan dapat langsung dituliskan pada Aplikasi Virlab, atau dituliskan terlebih dahulu pada File dokumen, kemudian di upload sekaligus pada Virlab.
Kegiatan Praktikum ini bertujuan
untuk membantu guru dalam melaksanakan bimbingan kelompok sebagai bagian dari
pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah.
Praktikum ini akan memberikan pemahaman mendalam tentang teknik bimbingan
kelompok yang efektif dalam konteks P5. Diharapkan praktikum ini akan
memberikan wawasan dan keterampilan tambahan bagi guru dalam mendukung peserta
didik untuk dapat mengembangkan kompetensi Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Praktikum ini akan membahas tentang
teknik bimbingan kelompok yang dapat digunakan oleh guru dalam melaksanakan Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah. Bimbingan kelompok adalah
proses interaksi antara guru dan siswa yang tergabung dalam kelompok-kelompok
kecil untuk membantu siswa mengembangkan Profil Pelajar Pancasilamereka.
Bimbingan kelompok ini dilakukan secara berkelanjutan sejak awal hingga akhir
projek P5. Bimbingan kelompok ini bertujuan untuk:
·
Membantu
siswa mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang mereka hadapi dalam P5
·
Mendorong
siswa untuk berkolaborasi, berdiskusi, dan berbagi pengalaman dalam P5
·
Memberikan
umpan balik, saran, dan motivasi kepada siswa untuk meningkatkan kualitas P5
·
Mengembangkan
keterampilan sosial, komunikasi, dan kritis siswa dalam P5
·
Mengevaluasi
proses dan hasil P5 yang dilakukan oleh siswa
Untuk melakukan bimbingan kelompok
yang efektif, guru perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu:
·
Menentukan
jumlah, ukuran, dan komposisi kelompok. Jumlah kelompok tergantung pada jumlah
siswa yang terlibat dalam P5. Ukuran kelompok sebaiknya tidak terlalu besar
atau terlalu kecil, idealnya antara 4-6 siswa per kelompok. Komposisi kelompok
sebaiknya heterogen, yaitu mencerminkan keragaman gender, minat, bakat,
kemampuan, dan latar belakang siswa.
·
Menentukan
jadwal, tempat, dan durasi bimbingan. Jadwal bimbingan harus disesuaikan dengan
jadwal pelajaran lainnya di sekolah. Tempat bimbingan harus nyaman, aman, dan
kondusif untuk berinteraksi. Durasi bimbingan harus cukup untuk membahas topik
yang relevan dengan P5, sebaiknya antara 30-60 menit per sesi.
·
Menyiapkan
materi, media, dan metode bimbingan. Materi bimbingan harus sesuai dengan tema,
topik, dan tujuan P5 yang sedang dipelajari oleh siswa. Media bimbingan dapat
berupa buku, modul, video, gambar, grafik, dll. Metode bimbingan dapat berupa
diskusi, brainstorming, role play, simulasi, dll. Guru harus memilih materi,
media, dan metode yang menarik, bermakna, dan relevan bagi siswa.
·
Melakukan
bimbingan dengan sikap profesional, empatik, dan etis. Guru harus bersikap
profesional, yaitu memiliki kompetensi, tanggung jawab, dan kredibilitas dalam
membimbing siswa. Guru harus bersikap empatik, yaitu mampu memahami,
menghargai, dan merespon perasaan, kebutuhan, dan harapan siswa. Guru harus
bersikap etis, yaitu menghormati hak, privasi, dan martabat siswa.
Sebagai guru yang akan mengikuti
bimbingan terkait P5, mempersiapkan alat dan bahan tertentu akan memastikan
mereka mendapatkan pengalaman belajar yang optimal. Berikut ini adalah daftar
alat dan bahan yang disarankan untuk disiapkan:
1. Buku Panduan P5: Ini adalah sumber
utama informasi tentang konsep, tujuan, dan metode pelaksanaan P5. Buku ini
akan menjadi rujukan utama selama bimbingan.
2. Laptop/ Tablet dengan Koneksi
Internet: Untuk mengakses materi digital, webinar, video, serta sumber daya
online lainnya yang relevan dengan P5.
3. Materi Pendidikan Karakter: Ini bisa
berupa buku, artikel, atau sumber daya lain yang relevan dengan pendidikan
karakter dan Pancasila.
4. Media Presentasi: Jika guru
diharapkan untuk memberikan presentasi selama bimbingan.
5. Materi Pelajaran Pancasila: Sebagai
referensi tambahan, terutama untuk memahami konsep dan nilai-nilai yang
diajarkan di sekolah.
6. Flipchart atau Whiteboard: Berguna
untuk brainstorming, diskusi kelompok, dan pencatatan ide-ide penting selama
sesi.
7. Materi Interaktif: Ini bisa berupa
permainan edukasi, kartu pertanyaan, atau sumber daya lain yang mempromosikan
interaksi dan diskusi tentang pendidikan karakter.
8. Akses ke Platform Virlab: Pastikan
memiliki akses ke platform virtual lab untuk mengikuti kegiatan praktikum atau
sesi bimbingan online.
9. Sumber Daya Audio dan Video:
Rekaman, klip video, atau podcast yang relevan dengan pendidikan karakter dan
Pancasila. Ini bisa digunakan sebagai alat bantu mengajar atau untuk diskusi.
Berikut adalah beberapa langkah yang baik dilakukan oleh peserta bimbingan:
1. Akses Virlab Secara Berkala, pastikan untuk mengakses Virlab setiap hari secara berkala. Hal ini memastikan Anda tetap update dengan informasi, materi, atau pengumuman terbaru terkait kegiatan bimbingan.
2. Jadwal dan Materi Bimbingan: Lihat jadwal bimbingan yang telah ditentukan di platform. Unduh materi bimbingan yang telah disediakan di platform sebelum waktu bimbingan dimulai.
3. Partisipasi Aktif pada Meeting Daring: Masuk ke ruangan virtual sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Ikuti arahan dari pembimbing atau tutor.
4. Partisipasi aktif dalam diskusi, tanya jawab, dan kegiatan praktikum lainnya.
5. Diskusi dan Kolaborasi: Manfaatkan fasilitas diskusi yang tersedia di Virlab untuk berdiskusi dengan tutor atau peserta lain. Bagikan ide, pertanyaan, atau insight yang Anda miliki terkait dengan materi.
6. Pengerjaan Tugas dan Latihan Mandiri: Selesaikan tugas dan latihan mandiri yang diberikan oleh tutor.
7. Setelah menyelesaikan, unggah hasil kerja Anda ke platform Virlab sesuai dengan instruksi yang diberikan.
8. Evaluasi Melalui Quizzes: Sebelum dan setelah selesai mengikuti bimbingan, Anda akan diberikan quizzes. Selesaikan dengan baik untuk mengukur pemahaman Anda.
9. Pemanfaatan Materi Pengayaan: Manfaatkan materi pengayaan yang disediakan di platform, seperti link artikel, video, atau sumber daya lain yang relevan dengan topik bimbingan. Materi ini akan membantu memperdalam pemahaman Anda mengenai topik yang dibahas.
10.Pengumpulan Laporan: Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan, buatlah laporan yang merangkum aktivitas, pemahaman, dan refleksi Anda. Unggah laporan tersebut ke Virlab sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.
11. Interaksi dengan Peserta Lain: Manfaatkan fasilitas meeting daring di Virlab untuk berinteraksi dengan guru-guru lain. Ini bisa menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman, tips, atau strategi tentang Teknik Bimbingan Kelompok Dalam P5.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, diharapkan para guru peserta bimbingan dapat memanfaatkan fasilitas Virlab dengan maksimal dan mendapatkan pemahaman mendalam tentang langkah-langkah persiapan P5.
Para Guru silahkan melaksanakan
Tugas Mandiri berikut ini:
1. Penyusunan Rencana Pelaksanaan P5:
Tujuan : Membantu
guru dalam merencanakan langkah-langkah persiapan P5 di sekolah mereka.
Instruksi : Tuliskan
rencana pelaksanaan P5 untuk sekolah Anda. Identifikasi tujuan, kebutuhan,
langkah-langkah konkrit, serta sumber daya yang dibutuhkan. Buat laporan
rencana ini dalam kurang lebih 500 kata.
2. Analisis Keterlibatan Pihak Terkait:
Tujuan : Memahami peran dan kontribusi
pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan P5.
Instruksi : Lakukan
analisis tentang bagaimana melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, orang tua,
dan masyarakat dalam pelaksanaan P5. Buat ringkasan hasil analisis dalam bentuk
laporan.
Seperti yang telah disebutkan di
awal, semua hasil tugas mandiri di atas harus diunggah dan dibahas dalam sesi
diskusi. Ini akan membantu guru berbagi pemahaman, mendapatkan perspektif baru,
dan memperdalam wawasan mereka tentang persiapan P5.
Modul Modul 5 - EVALUASI DAN REFLEKSI PELAKSANAAN P5 Kegiatan Praktikum
Evaluasi proyek penguatan profil
pelajar Pancasila merupakan analisis tentang apakah proyek penguatan
profil pelajar Pancasila itu dapat berhasil atau tidak apabila dilaksanakan
atau studi untuk menaksir dan menganalisis manfaatnya yang menjadi salah
satu kegiatan yang penting pada pembentukan karakter peserta didik. Evaluasi pengelolaan P5 merupakan suatu cara
untuk menilai suatu kegiatan yang telah dilakuaknya sebelumnya. Harapanya, hal
tersebut dapat berubah dan sesuai dengan perbaikan yang telah direncanakan.
Evaluasi dan refleksi
pelaksanaan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) merupakan bagian
penting dari proses pendidikan. Ini membantu peserta didik dan pendidik untuk
memahami dampak program tersebut, mengevaluasi keberhasilan pelaksanaannya, dan
memperbaiki langkah-langkah ke depan.
Evaluasi P5
1. Tujuan Evaluasi:
Mengevaluasi pencapaian tujuan
P5, seperti peningkatan pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila, etika,
dan moral dalam kehidupan sehari-hari pelajar.
Mengukur dampak positif P5 pada
perkembangan karakter, perilaku, dan pengetahuan peserta didik.
2. Metode Evaluasi:
Penggunaan metode evaluasi yang
sesuai, seperti survei, wawancara, observasi, dan analisis dokumen.
Penggunaan alat evaluasi yang valid dan
reliabel, seperti kuesioner, rubrik, atau tes tertulis.
3. Data yang Dievaluasi:
Data dapat mencakup penilaian sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang terkait dengan nilai-nilai Pancasila.
Melibatkan evaluasi perkembangan
peserta didik dari sebelum hingga setelah pelaksanaan P5.
4. Analisis Data:
Menilai data yang terkumpul
untuk mengidentifikasi pencapaian dan kelemahan dalam pelaksanaan P5.
Menarik kesimpulan tentang
dampak P5 pada peserta didik dan rekomendasi perbaikan.
5. Refleksi:
Memfasilitasi refleksi peserta
didik, guru, dan pihak terkait tentang pengalaman mereka selama P5.
Mendorong pemahaman yang lebih
dalam tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila mempengaruhi kehidupan
sehari-hari dan keputusan peserta didik.
6. Perbaikan:
Berdasarkan hasil evaluasi dan
refleksi, mengidentifikasi area di mana P5 dapat ditingkatkan dengan merancang
rencana perbaikan yang konkret dan realistis.
7. Penyajian Hasil:
Berbagi hasil evaluasi dan
rekomendasi dengan semua pihak terkait, termasuk peserta didik, guru, orang
tua, dan staf sekolah.
Menyusun laporan evaluasi yang
dapat digunakan untuk perencanaan masa depan.
8. Siklus Evaluasi
Berkelanjutan:
Evaluasi dan refleksi P5 harus
menjadi bagian dari siklus yang berkelanjutan untuk memastikan perbaikan
terus-menerus. Memonitor dan mengukur dampak P5 pada
peserta didik dalam jangka panjang.
9. Keterlibatan Stakeholder:
Melibatkan semua pihak yang terlibat
dalam P5, termasuk guru, orang tua, peserta didik, dan masyarakat, dalam proses
evaluasi dan refleksi.
10. Penerapan Hasil Evaluasi:
- Hasil evaluasi harus digunakan untuk
membuat perubahan yang konkret dan signifikan dalam pelaksanaan P5.
- Perubahan tersebut harus
mencerminkan tujuan utama P5 dalam memperkuat profil pelajar Pancasila.
Evaluasi dan refleksi adalah langkah
penting dalam meningkatkan efektivitas program P5. Dengan pendekatan yang
sistematis dan berkelanjutan, P5 dapat berkontribusi secara positif dalam
membentuk karakter dan nilai-nilai Pancasila peserta didik.
Prinsip evaluasi implementasi
P5 tersebut adalah sebagai berikut:
1. Evaluasi implementasi projek profil
bersifat menyeluruh
Evaluasi pada tahap bukan
hanya berfokus pada pembelajaran peserta didik, tetapi juga pada proses
pembelajaran guru dalam menyiapkan aktivitas projek profil juga kesiapan satuan
pendidikan dan lingkungan satuan pendidikan lain dalam menjalankan kegiatan
projek profil tersebut.
2. Evaluasi implementasi projek profil fokus
kepada proses dan bukan hasil akhir
Hal ini menjadi alat ukur
dari evaluasi adalah perkembangan dan pertumbuhan diri peserta didik, pendidik,
dan satuan pendidikan
3. Tidak terdapat bentuk evaluasi yang mutlak
dan seragam
Setiap satuan pendidikan
memiliki kesiapan pelaksanaan projek profil yang tersendiri. Dengan begitu juga
dengan kesiapan pendidik dan peserta didiknya dalam mengikuti pembelajaran
berbasis projek.
4. Menggunakan Berbagai
Jenis Bentuk Asesmen
Hal ini menggunakan
berbagai jenis bentuk asesmen yang dilakukan tersebar selama projek profil
dijalankan guna mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh
5. Libatkan Peserta didik
dalam evaluasi
Adanya SKeterlibatan
peserta didik sangatlah penting agar peserta didik merasakan rasa kepemilikan
terhadap projek profil, juga agar evaluasi lebih menyeluruh.
Selain itu juga terdapat
contoh alat dan juga metode evaluasi implementasi yang digunakan contohnya sebagai
berikut:
1. Refleksi awal,
tengah, dan akhir
Guru, peserta didik dan
satuan pendidikan dapat mengisi lembar refleksi seperti pada lampiran di awal, pertengahan,
dan akhir pelaksanaan projek profil untuk menilai perkembangan pembelajaran dan
pendidikan.
2. . Refleksi dan diskusi dua
arah.
Guru dan peserta didik
dapat merefleksikan dan berdikusi mengenai perkembangan bersama.
3. Refleksi melalui
observasi dan pengalamanan
Guru dan peserta didik
dapat melakukan observasi secara berkelanjutan selama projek profil berlangsung
dan menuangkan pengalaman mereka dalam bentuk tulisan di jurnal dan juga
portofolio.
4. Refleksi menggunakan
rubrik
Rubrik yang efektif dapat
dalam pemanduan proses refleksi menjadi lebih terarah dan objektif.
5. Laporan perkembangan
peserta didik
Laporan ini akan lebih
baik jika diuraikan secara rinci sesuai dengan perkembangan diri individual
peserta didik sehingga mereka paham dengan jelas apa yang harus dikembangkan.
Evaluasi tidak hanya
penting untuk peserta didik, tetapi juga untuk memantau segala proses
pembelajaran guru dan juga perkembangan kesiapan satuan pendidikan.
Evaluasi tidak semata
mata bertujuan mencari kesalahan ataupun menilai tingkat keberhasilan guru atau
satuan pendidikan dalam implementasi projek profil. Hal tersebut juga suatu
cara bagi pendidik dan satuan pendidikan untuk menarik pembelajaran bermakna
dari proses implementasi projek profil.
Peran
Pengawas Satuan Pendidikan dalam Evaluasi Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila Mengacu pada prinsip pertama evaluasi projek profil yaitu menyeluruh,
evaluasi tidak hanya perlu untuk peserta didik, tetapi juga untuk memantau
proses pembelajaran pendidik dan perkembangan kesiapan satuan pendidikan.
Evaluasi bukan bertujuan mencari kesalahan ataupun menilai tingkat keberhasilan
pendidik/satuan pendidikan, melainkan suatu cara bagi pendidik dan satuan
pendidikan untuk menarik pembelajaran bermakna dari proses implementasi projek
profil. Sesuai tupoksi sebagai pembina pendidik dan satuan pendidikan, pengawas
satuan pendidikan dapat mengambil peran aktif pada evaluasi projek profil.
Pengawas dapat membantu proses pembelajaran pendidik dengan cara memandu
refleksi terhadap projek profil yang telah dilaksanakan. Dengan mengajukan
berbagai pertanyaan reflektif, pengawas dapat memantik pemahaman, pemikiran
maupun gagasan kreatif dari pendidik, baik untuk pengembangan kapasitas diri
maupun perbaikan implementasi projek profil ke depannya.
- Modul evaluasi Proyek P5
- Contoh alat evaluasi
- Media diskusi dan meeting online Virlab
- Memahami teori dan prinsip dasar evaluasi
- Menyusun indikator dan alat evaluasi
- Mengimplementasikan dan menganalisis evaluasi
INFORMASI CARA KERJA
- Mengikuti instruksi dan modul pelatihan dengan cermat
- Berpartisipasi dalam diskusi dan latihan
evaluasi
- Menerapkan konsep dalam perencanaan dan
implementasi evaluasi
- Membuat rancangan evaluasi untuk Proyek P5 di kelas mereka
- Mengimplementasikan evaluasi dan menganalisis hasilnya
- Membuat laporan evaluasi lengkap dengan rekomendasi perbaikan
Catatan: Laporan dapat dituliskan langsung pada Aplikasi Virlab atau dapat dituliskan terlebih dahulu pada file dokumen, kemudian upload keseluruhan ke virlab.
Kegiatan Praktikum ini bertujuan
untuk membantu guru dalam melakukan refleksi dan peningkatan kualitas
pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah.
Praktikum ini akan memberikan pemahaman mendalam tentang proses dan metode
refleksi yang efektif dalam konteks P5. Diharapkan praktikum ini akan
memberikan umpan balik dan saran bagi guru dalam meningkatkan kinerja dan hasil
P5 di masa depan.
Refleksi
dan peningkatan kualitas ini bertujuan untuk:
• Mengukur
pencapaian kompetensi Penguatan Profil Pelajar Pancasila oleh siswa
• Mengidentifikasi
kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi dalam P5
• Menentukan strategi, langkah, dan sumber daya
yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas P5
• Menyusun
rencana aksi, jadwal, dan indikator keberhasilan untuk melaksanakan peningkatan
kualitas P5
• Memonitor
dan mengevaluasi pelaksanaan peningkatan kualitas P5
Untuk
melakukan refleksi dan peningkatan kualitas yang efektif, guru perlu
memperhatikan beberapa hal, yaitu:
• Menentukan
metode, instrumen, dan kriteria refleksi. Metode refleksi dapat berupa jurnal,
portofolio, diskusi, wawancara, dll. Instrumen refleksi dapat berupa
pertanyaan, rubrik, checklist, dll. Kriteria refleksi dapat berupa standar,
indikator, atau tujuan P5 yang ingin dicapai oleh siswa.
• Menyediakan waktu, tempat, dan suasana
refleksi. Waktu refleksi harus disesuaikan dengan tahapan P5 yang sedang
dilakukan oleh siswa. Tempat refleksi harus nyaman, aman, dan kondusif untuk
berpikir kritis. Suasana refleksi harus terbuka, jujur, dan saling menghargai
antara guru dan siswa.
• Melakukan
analisis, sintesis, dan evaluasi hasil refleksi. Analisis adalah proses
menguraikan hasil refleksi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan spesifik.
Sintesis adalah proses menggabungkan hasil refleksi menjadi kesimpulan yang
lebih besar dan umum. Evaluasi adalah proses menilai hasil refleksi berdasarkan
kriteria yang telah ditentukan.
• Menyusun
rencana peningkatan kualitas P5. Rencana peningkatan kualitas P5 harus mencakup
hal-hal berikut: apa yang ingin ditingkatkan, mengapa perlu ditingkatkan,
bagaimana cara meningkatkannya, kapan waktu pelaksanaannya, siapa yang
bertanggung jawab, dan bagaimana cara mengukur keberhasilannya.
Sebagai guru yang akan mengikuti
bimbingan terkait P5, mempersiapkan alat dan bahan tertentu akan memastikan
mereka mendapatkan pengalaman belajar yang optimal. Berikut ini adalah daftar
alat dan bahan yang disarankan untuk disiapkan:
1. Buku Panduan P5: Ini adalah sumber
utama informasi tentang konsep, tujuan, dan metode pelaksanaan P5. Buku ini
akan menjadi rujukan utama selama bimbingan.
2. Laptop/ Tablet dengan Koneksi
Internet: Untuk mengakses materi digital, webinar, video, serta sumber daya
online lainnya yang relevan dengan P5.
3. Modul refleksi dan peningkatan
kualitas
4. Alat evaluasi dan analisis
5. Template rencana perbaikan
6. Media diskusi dan meeting online
Virlab
Berikut adalah beberapa langkah yang
baik dilakukan oleh peserta bimbingan:
1. Akses Virlab Secara Berkala,
pastikan untuk mengakses Virlab setiap hari secara berkala. Hal ini memastikan
Anda tetap update dengan informasi, materi, atau pengumuman terbaru terkait
kegiatan bimbingan.
2. Jadwal dan Materi Bimbingan: Lihat
jadwal bimbingan yang telah ditentukan di platform. Unduh materi bimbingan yang
telah disediakan di platform sebelum waktu bimbingan dimulai.
3. Melakukan refleksi berdasarkan hasil
evaluasi.
4. Mengidentifikasi area perbaikan dan
pengembangan.
5. Merencanakan dan menerapkan strategi
perbaikan.
6. Partisipasi Aktif pada Meeting Daring:
Masuk ke ruangan virtual sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Ikuti
arahan dari pembimbing atau tutor.
7. Partisipasi aktif dalam diskusi,
tanya jawab, dan kegiatan praktikum lainnya.
8. Diskusi dan Kolaborasi: Manfaatkan
fasilitas diskusi yang tersedia di Virlab untuk berdiskusi dengan tutor atau
peserta lain. Bagikan ide, pertanyaan, atau insight yang Anda miliki terkait
dengan materi.
9. Pengerjaan Tugas dan Latihan
Mandiri: Selesaikan tugas dan latihan mandiri yang diberikan oleh tutor.
10.Setelah menyelesaikan, unggah hasil
kerja Anda ke platform Virlab sesuai dengan instruksi yang diberikan.
11. Evaluasi Melalui Quizzes: Sebelum
dan setelah selesai mengikuti bimbingan, Anda akan diberikan quizzes.
Selesaikan dengan baik untuk mengukur pemahaman Anda.
12. Pemanfaatan Materi Pengayaan:
Manfaatkan materi pengayaan yang disediakan di platform, seperti link artikel,
video, atau sumber daya lain yang relevan dengan topik bimbingan. Materi ini
akan membantu memperdalam pemahaman Anda mengenai topik yang dibahas.
13. Pengumpulan Laporan: Setelah
menyelesaikan seluruh kegiatan, buatlah laporan yang merangkum aktivitas,
pemahaman, dan refleksi Anda. Unggah laporan tersebut ke Virlab sesuai dengan
batas waktu yang ditentukan.
14.Interaksi dengan Peserta Lain:
Manfaatkan fasilitas meeting daring di Virlab untuk berinteraksi dengan
guru-guru lain. Ini bisa menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman, tips,
atau strategi dalam melaksanakan Refleksi dan Peningkatan Kualitas P5.
Dengan mengikuti langkah-langkah di
atas, diharapkan para guru peserta bimbingan dapat memanfaatkan fasilitas
Virlab dengan maksimal dan mendapatkan pemahaman mendalam tentang
langkah-langkah persiapan P5.
Para Guru silahkan melaksanakan
Tugas Mandiri berikut ini:
1. Melakukan analisis SWOT berbasis
hasil evaluasi P5:
Tujuan : Membantu
guru dalam mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang
dihadapi dalam pelaksanaan P5 di sekolah mereka.
Instruksi : Buatlah
matriks SWOT yang mencerminkan hasil evaluasi P5 yang telah Anda lakukan.
Identifikasi faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal
(peluang dan tantangan) yang mempengaruhi kualitas P5. Buat laporan analisis
SWOT ini dalam kurang lebih 500 kata.
2. Menyusun rencana perbaikan dan
pengembangan strategis:
Tujuan
: Membantu
guru dalam merencanakan langkah-langkah perbaikan dan pengembangan P5 di
sekolah mereka.
Instruksi : Berdasarkan
hasil analisis SWOT, susunlah rencana perbaikan dan pengembangan P5 yang
mencakup hal-hal berikut: apa yang ingin diperbaiki atau dikembangkan, mengapa
perlu diperbaiki atau dikembangkan, bagaimana cara melakukannya, kapan waktu
pelaksanaannya, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana cara mengukur
keberhasilannya. Buat laporan rencana ini dalam kurang lebih 500 kata.
3. Melakukan refleksi dan evaluasi
periodik untuk perbaikan berkelanjutan:
Tujuan : Membantu
guru dalam melakukan refleksi dan evaluasi secara periodik untuk memonitor dan
mengevaluasi pelaksanaan rencana perbaikan dan pengembangan P5.
Instruksi : Tentukan
metode, instrumen, dan kriteria refleksi dan evaluasi yang akan Anda gunakan
untuk mengukur pencapaian rencana perbaikan dan pengembangan P5. Lakukan
refleksi dan evaluasi secara berkala, misalnya setiap bulan atau setiap
semester. Buat ringkasan hasil refleksi dan evaluasi dalam bentuk laporan.
Seperti yang telah disebutkan di
awal, semua hasil tugas mandiri di atas harus diunggah dan dibahas dalam sesi
diskusi. Ini akan membantu guru berbagi pemahaman, mendapatkan perspektif baru,
dan memperdalam wawasan mereka tentang persiapan P5.
Modul Modul 6 - MENGOPTIMALKAN PROJEK P5 DI SEKOLAH Kegiatan Praktikum
Kolaborasi dalam kegiatan pelaksanaan projek profil pelajar
Pancasila, dalam pembuatan projek yang sudah ditentukan temanya oleh satuan
pendidikan dapat tercapai dengan cepat juga membuat peserta didik lebih
kreatif, inovatif, dan memudahkan pendidik dalam pembimbingan agar tercapai
sesuai dengan tema yang sudah ditentukan. Praktikum ini bertujuan untuk
mengembangkan keterampilan dan pengetahuan guru dalam meningkatkan efektivitas
Projek P5 melalui kolaborasi dan networking. Peserta akan belajar bagaimana membangun
dan memanfaatkan jaringan untuk memperkaya dan mengoptimalkan implementasi
Proyek P5.
Kolaborasi dalam sebuah proyek untuk memperkuat profil pelajar
Pancasila merupakan hal yang penting untuk mengembangkan pemahaman mendalam
tentang nilai-nilai Pancasila serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Membangun Kemitraan Strategis: Identifikasi organisasi,
lembaga pendidikan, atau pihak lain yang memiliki minat serupa dalam
meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila. Bangun
kemitraan dengan mereka untuk saling mendukung.Kolaborasi dan networking
menjadi instrumen penting dalam pengoptimalan Proyek P5. Guru akan mendalami
cara membangun kemitraan strategis dan jaringan profesional yang dapat membantu
dalam penyempurnaan dan ekspansi program. Pembicaraan akan mencakup identifikasi potensi mitra, pendekatan mereka,
dan mengembangkan hubungan kerja yang produktif.
Partisipasi dalam komunitas profesional yang lebih luas
tidak hanya mengembangkan kapasitas individual guru tetapi juga meningkatkan
kualitas implementasi P5. Praktikum ini akan mengeksplorasi platform,
organisasi, dan forum di mana guru dapat berinteraksi, belajar, dan
berkolaborasi dengan praktisi lain dalam bidang pendidikan karakter dan
Pancasila.
Kegiatan ini juga akan menyoroti
pentingnya kerjasama lintas sektoral. Peserta akan diberikan panduan tentang
bagaimana menggabungkan sumber daya, keahlian, dan inisiatif untuk menciptakan
impact yang lebih luas dan berkelanjutan. Diskusi akan meliputi case studies
dan model kolaborasi yang berhasil dalam konteks pendidikan karakter.
Adaptasi dan inovasi adalah inti dari pengoptimalan
Proyek P5. Melalui networking dan kolaborasi, guru akan diperkenalkan ke
praktek terbaik, inovasi, dan metode baru dalam pendidikan Pancasila dan
karakter. Peserta akan belajar bagaimana mengintegrasikan insight dan inovasi
ini ke dalam praktek mereka sehari-hari.
Mengorganisir Acara Bersama: Adakan seminar, lokakarya,
atau acara lain yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti guru,
pelajar, orang tua, dan tokoh masyarakat. Ini dapat memperluas jaringan
pendidik dan mempromosikan nilai-nilai Pancasila.
Memanfaatkan Media Sosial dan Platform Online:
a.
Gunakan media sosial dan platform
online untuk berbagi informasi tentang proyek P5 . Ini akan membantu pendidik
menjalin hubungan dengan lebih banyak orang dan organisasi.
b.
Menghadirkan Pembicara Tamu: Undang
tokoh-tokoh terkemuka yang ahli dalam nilai-nilai Pancasila untuk berbicara di
sekolah. Ini akan memberikan wawasan tambahan kepada peserta didik
c.
Partisipasi dalam Program Pemerintah:
Jika ada program-program pemerintah yang relevan dengan proyek P5 Pendidik,
dapat bergabung atau bermitra dengan program tersebut untuk memanfaatkan sumber
daya dan dukungan yang ada.
d.
Menjalin Hubungan dengan Sekolah
Lain: Kolaborasi dengan sekolah-sekolah lain dapat memperluas jaringan dan
memungkinkan pertukaran pengalaman dan sumber daya.
Kolaborasi dan networking yang efektif dapat memperkuat proyek P5,
membantu mencapai tujuan proyek, dan meningkatkan pemahaman serta praktik
nilai-nilai Pancasila di kalangan pelajar.
Dalam menyukseskan kegiatan P5 di sekolah semua pemangku yang
berkepentingan dapat berkolaborasi berikut bentuk kolaborasi yang dapat
dilaksanakan di sekolah:
a.
Bentuk
Kolaborasi pendidik dan peserta didik
b.
Bentuk
kolaborasi P5 dengan mata pelajaran
https://www.youtube.com/watch?v=TNi4GkzBvL4
c.
Bentuk kolaborasi pendidik dengan
pendidik
Bentuk kolaborasi pendidik
dengan walimurid
- Akses internet dan perangkat digital
- Modul tentang strategi kolaborasi dan networking
- Direktori organisasi dan komunitas professional
CARA KERJA
- Menyusun strategi untuk identifikasi dan pendekatan potensi mitra
- Bergabung dengan forum dan organisasi profesional
- Mengembangkan inisiatif kolaboratif untuk Proyek P5
INFORMASI CARA KERJA
- Mengikuti modul dan materi pelatihan secara sistematis
- Berpartisipasi dalam diskusi online dan offline untuk pembelajaran
bersama
- Menerapkan strategi kolaborasi dalam konteks sekolah dan komunitas
- Mengidentifikasi dan menghubungi potensi mitra kolaborasi
- Membuat laporan tentang bagaimana jaringan dapat mengoptimalkan P5
- Merencanakan dan melaksanakan satu inisiatif kolaboratif
Kegiatan Praktikum ini bertujuan
untuk membantu guru dalam mengimplementasikan strategi lanjutan dalam
mengoptimalkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah.
Praktikum ini akan memberikan pemahaman mendalam tentang pengembangan
profesional guru dalam konteks P5. Diharapkan praktikum ini akan memberikan
wawasan dan keterampilan tambahan bagi guru dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran dan bimbingan P5, serta membangun jejaring kerjasama dengan
berbagai pihak terkait.
Praktikum ini akan membahas tentang
strategi lanjutan yang dapat digunakan oleh guru dalam mengoptimalkan Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah. Strategi lanjutan ini
meliputi pengembangan profesional guru dalam konteks P5. Pengembangan
profesional guru adalah proses pembelajaran sepanjang hayat yang dilakukan oleh
guru untuk meningkatkan kompetensi, kinerja, dan kesejahteraan mereka dalam
melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik.
Pengembangan profesional guru dalam
P5 bertujuan untuk:
• Meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan
keterampilan guru tentang konsep, prinsip, dan praktik P5.
• Mendorong guru untuk melakukan refleksi,
evaluasi, dan perbaikan diri secara berkelanjutan dalam melaksanakan P5.
• Memberikan kesempatan dan dukungan bagi guru
untuk berkolaborasi, berbagi, dan belajar bersama dengan sesama guru dan pihak
lain yang terlibat dalam P5.
• Mengembangkan sikap, nilai, dan perilaku guru
yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
Untuk melakukan pengembangan
profesional guru yang efektif, guru perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu:
•
Menentukan kebutuhan, tujuan, dan sasaran pengembangan profesional. Kebutuhan
pengembangan profesional adalah kondisi yang diinginkan oleh guru untuk
meningkatkan kualitas P5. Tujuan pengembangan profesional adalah arah dan hasil
yang ingin dicapai oleh guru melalui pengembangan profesional. Sasaran
pengembangan profesional adalah indikator yang dapat mengukur pencapaian tujuan
pengembangan profesional.
• Menentukan sumber, bentuk, dan metode
pengembangan profesional. Sumber pengembangan profesional adalah asal
informasi, pengetahuan, dan keterampilan yang dibutuhkan oleh guru untuk
meningkatkan kualitas P5. Bentuk pengembangan profesional adalah cara atau
format penyajian sumber pengembangan profesional. Metode pengembangan
profesional adalah cara atau proses pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk
memperoleh sumber pengembangan profesional. Guru harus memilih sumber, bentuk,
dan metode yang relevan, bermutu, dan sesuai dengan kebutuhan, tujuan, dan
sasaran pengembangan profesional.
•
Menentukan waktu, tempat, dan biaya pengembangan profesional. Waktu
pengembangan profesional adalah jangka waktu yang dibutuhkan oleh guru untuk
melakukan pengembangan profesional. Tempat pengembangan profesional adalah
lokasi atau media yang digunakan oleh guru untuk melakukan pengembangan
profesional. Biaya pengembangan profesional adalah jumlah dana yang dibutuhkan
oleh guru untuk melakukan pengembangan profesional. Guru harus menentukan
waktu, tempat, dan biaya yang efisien, efektif, dan terjangkau untuk melakukan
pengembangan profesional.
• Melakukan pengembangan profesional dengan
sikap profesional, proaktif, dan kreatif. Guru harus bersikap profesional,
yaitu memiliki komitmen, motivasi, dan tanggung jawab dalam melakukan
pengembangan profesional. Guru harus bersikap proaktif, yaitu mampu
mengidentifikasi, mencari, dan memanfaatkan peluang pengembangan profesional
yang ada. Guru harus bersikap kreatif, yaitu mampu menciptakan, mengadaptasi,
dan mengaplikasikan sumber, bentuk, dan metode pengembangan profesional yang
inovatif.
Sebagai guru yang akan mengikuti
bimbingan terkait P5, mempersiapkan alat dan bahan tertentu akan memastikan
mereka mendapatkan pengalaman belajar yang optimal. Berikut ini adalah daftar
alat dan bahan yang disarankan untuk disiapkan:
1. Buku Panduan P5: Ini adalah sumber
utama informasi tentang konsep, tujuan, dan metode pelaksanaan P5. Buku ini
akan menjadi rujukan utama selama bimbingan.
2. Laptop/ Tablet dengan Koneksi
Internet: Untuk mengakses materi digital, webinar, video, serta sumber daya
online lainnya yang relevan dengan P5.
3. Materi Pendidikan Karakter: Ini bisa
berupa buku, artikel, atau sumber daya lain yang relevan dengan pendidikan
karakter dan Pancasila.
4. Media Presentasi: Jika guru
diharapkan untuk memberikan presentasi selama bimbingan.
5. Materi Pelajaran Pancasila: Sebagai
referensi tambahan, terutama untuk memahami konsep dan nilai-nilai yang
diajarkan di sekolah.
6. Flipchart atau Whiteboard: Berguna
untuk brainstorming, diskusi kelompok, dan pencatatan ide-ide penting selama
sesi.
7. Materi Interaktif: Ini bisa berupa
permainan edukasi, kartu pertanyaan, atau sumber daya lain yang mempromosikan
interaksi dan diskusi tentang pendidikan karakter.
8. Akses ke Platform Virlab: Pastikan
memiliki akses ke platform virtual lab untuk mengikuti kegiatan praktikum atau
sesi bimbingan online.
9. Sumber Daya Audio dan Video:
Rekaman, klip video, atau podcast yang relevan dengan pendidikan karakter dan
Pancasila. Ini bisa digunakan sebagai alat bantu mengajar atau untuk diskusi.
Berikut adalah beberapa langkah yang
baik dilakukan oleh peserta bimbingan:
1. Akses Virlab Secara Berkala,
pastikan untuk mengakses Virlab setiap hari secara berkala. Hal ini memastikan
Anda tetap update dengan informasi, materi, atau pengumuman terbaru terkait
kegiatan bimbingan.
2. Jadwal dan Materi Bimbingan: Lihat
jadwal bimbingan yang telah ditentukan di platform. Unduh materi bimbingan yang
telah disediakan di platform sebelum waktu bimbingan dimulai.
3. Partisipasi Aktif pada Meeting
Daring: Masuk ke ruangan virtual sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Ikuti arahan dari pembimbing atau tutor.
4. Partisipasi aktif dalam diskusi,
tanya jawab, dan kegiatan praktikum lainnya.
5. Diskusi dan Kolaborasi: Manfaatkan
fasilitas diskusi yang tersedia di Virlab untuk berdiskusi dengan tutor atau
peserta lain. Bagikan ide, pertanyaan, atau insight yang Anda miliki terkait
dengan materi.
6. Pengerjaan Tugas dan Latihan
Mandiri: Selesaikan tugas dan latihan mandiri yang diberikan oleh tutor.
7. Setelah menyelesaikan, unggah hasil
kerja Anda ke platform Virlab sesuai dengan instruksi yang diberikan.
8. Evaluasi Melalui Quizzes: Sebelum
dan setelah selesai mengikuti bimbingan, Anda akan diberikan quizzes.
Selesaikan dengan baik untuk mengukur pemahaman Anda.
9. Pemanfaatan Materi Pengayaan:
Manfaatkan materi pengayaan yang disediakan di platform, seperti link artikel,
video, atau sumber daya lain yang relevan dengan topik bimbingan. Materi ini
akan membantu memperdalam pemahaman Anda mengenai topik yang dibahas.
10.Pengumpulan Laporan: Setelah
menyelesaikan seluruh kegiatan, buatlah laporan yang merangkum aktivitas,
pemahaman, dan refleksi Anda. Unggah laporan tersebut ke Virlab sesuai dengan
batas waktu yang ditentukan.
11. Interaksi dengan Peserta Lain:
Manfaatkan fasilitas meeting daring di Virlab untuk berinteraksi dengan
guru-guru lain. Ini bisa menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman, tips,
atau strategi dalam mengimplementasikan P5.
Dengan mengikuti langkah-langkah di
atas, diharapkan para guru peserta bimbingan dapat memanfaatkan fasilitas
Virlab dengan maksimal dan mendapatkan pemahaman mendalam tentang
langkah-langkah persiapan P5.
Para Guru silahkan melaksanakan
Tugas Mandiri berikut ini:
1. Membuat Rencana Pengembangan
Profesional yang Terstruktur:
Tujuan : Membantu
guru dalam merencanakan kegiatan pengembangan profesional yang sesuai dengan
kebutuhan, tujuan, dan sasaran mereka dalam mengoptimalkan P5.
Instruksi : Tuliskan
rencana pengembangan profesional Anda untuk meningkatkan kualitas P5 di sekolah
Anda. Identifikasi sumber, bentuk, metode, waktu, tempat, dan biaya
pengembangan profesional yang Anda pilih. Buat laporan rencana ini dalam kurang
lebih 500 kata.
2. Menyusun
Laporan Refleksi tentang Pengalaman Pembelajaran dan Perbaikan:
Tujuan : Mendorong
guru untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan perbaikan diri secara
berkelanjutan dalam melaksanakan P5.
Instruksi : Tuliskan
laporan refleksi Anda tentang pengalaman pembelajaran dan perbaikan yang Anda
lakukan dalam P5. Ceritakan tantangan, keberhasilan, kegagalan, dan pelajaran
yang Anda dapatkan dalam P5. Buat ringkasan hasil refleksi dalam bentuk
laporan.
3. Melakukan Satu Aktivitas
Pengembangan Profesional dan Menyajikan Hasilnya:
Tujuan : Memberikan kesempatan dan dukungan bagi
guru untuk berkolaborasi, berbagi, dan belajar bersama dengan sesama guru dan
pihak lain yang terlibat dalam P5.
Instruksi : Pilih
salah satu aktivitas pengembangan profesional yang Anda rencanakan dan
lakukanlah bersama dengan guru-guru lain yang terlibat dalam P5. Aktivitas ini
dapat berupa workshop, seminar, diskusi, studi banding, dll. Buat presentasi
hasil aktivitas ini dalam bentuk slide, video, poster, dll.
Seperti yang telah disebutkan di
awal, semua hasil tugas mandiri di atas harus diunggah dan dibahas dalam sesi
diskusi. Ini akan membantu guru berbagi pemahaman, mendapatkan perspektif baru,
dan memperdalam wawasan mereka tentang persiapan P5.
